Denyut Jantung Tidak Teratur, Waspadai Aritmia

_

Jantung tiba-tiba berdebar tanpa sebab jangan di anggap sepele, hal tersebut bisa merupakan gejala penyakit Aritmia, atau gangguan jantung. Aritmia adalah gangguan irama yang terjadi pada pembentukan implus listrik pada jantung yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah karena faktor genetik. 

Aktifitas denyut jantung dalam aritmia menurut dr. Dicky Armein Hanafy, SpJP (K), FIHA di sela acara konferensi pers di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Rabu (24/1) secara umum yang sering dirasakan adalah detak jantung yang cepat. Akan tetapi Aritmia juga bisa terjadi apabila detak jantung terlalu lambat atau bahkan tidak teratur dalam batas normal.

“Kesalahan yang sering terjadi dalam kasus aritmia adalah, pasien sering mengabaikan debaran jantung yang berbeda. Ini tidak boleh dianggap sepele,” ujar dr. Dicky A. Hanafy.

Debaran jantung yang patut diwaspadai adalah debaran jantung yang terasa panjang dan terus menerus bahkan tiba-tiba terasa ada lompatan dalam dada meskipun tidak melakukan aktifitas apapun. Atau bisa juga debaran yang kadang muncul atau tiba-tiba melemah.

Gejala yang terkadang sering diabaikan adalah timbul kelelahan dan tiba-tiba merasa tidak bertenaga, hal ini juga merupakan salah satu dampak dari pasien aritmia yang sering diabaikan. Karena memang umumnya aritmia sering ditemukan pada pasien yang telah berusia lanjut, tetapi tidak menutup kemungkinan di derita pada pasien berusia muda karena faktor genetik.

Aritmia sendiri sering mengikuti penyakit stroke, dimana pada waktu stroke terjadi karena adanya gumpalan darah yang tersumbat dan menyebar ke segala arah termasuk sampai ke pembuluh otak. Pecahan inilah yang terbawa oleh darah, sehingga sangat mungkin memicu terjadinya stroke.

Sayangnya sampai saat ini masyarakat banyak masih yang tidak menyadari pentingnya pemeriksaan mengenai debaran jantung ini, padahal gangguan irama jantung ini bisa menyebabkan kelumpuhan bahkan yang lebih fatal kematian bagi penderitanya. Padahal apabila terdeteksi lebih dini, penyakit ini peluang kesembuhannya lebih tinggi.

Pemeriksaan secara sederhana sebetulnya kita dapat lakukan sendiri dirumah dengan cara Meraba Nadi Sendiri (MeNaRi).

“Kalau kita rajin kita hitung denyut jantung dengan meraba nadi dengan tiga jari, itu sebenarnya pemeriksaan yang paling akurat. Dengan menari kita tahu pola denyut jantung kita, ini kita menyadarkan masyarakat bahwa sebuah kelumpuhan bisa dicegah, sebuah gagal jantung bisa dihindari. Denyut jantung yang dianggap normal adalah 60 – 90 per menit, dan detak jantungnya teratur,” kata dr. Dicky.

Apabila terdeteksi sesuatu yang tidak beres dengan irama jantung, segeralah periksakan diri ke dokter. Apalagi bila diikuti dengan nafas pendek, nafas sesak, rasa melayang dan pusing bahkan sampai pingsan bahkan kadang gejala bisa juga dengan sering buang air kecil.

Aritmia sendiri juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti, ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam darah, penggunaan narkoba dan efek samping obat-obatan, terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, Gangguan kelenjar tiroid, Diabetes, Hipertensi dan tekanan darah tinggi, Penyakit jantung koroner, gangguan lain pada jantung, atau riwayat operasi jantung, dan tentunya juga faktor genetik.

 

Share This: