Masyarakat Antusias Saksikan Perayaan Cap Go Meh di Bogor

Sejumlah ibu melakukan pawai sambil menari dengan payung, dalam Bogor Street Festival, Cap Go Meh di Jl. Suryakancana Bogor, Sabtu (12/2) - Foto-foto: HW
_

Suasana gerimis dan hujan ringan yang bergantian mengiringiBogor Street Festival dan Perayaan Cap Go Meh 2017  yang berlangsung di Jl. Suryakancana Bogor, Sabtu, (12/2). Pusat kegiatan berada di area sekitar Wihara Dhanagun, dan sepanjang kurang lebih 200 meter, jalan ditutup, dan dikiri-kanan jalan diberi pembatas besi.

Walaupun kondisi hujan, para peserta tetap semangat untuk mengikuti pagelaran Bogor Street Festival tahun ini, dan masyarakat antusias menyaksikan.

Bahkan sampai arak-arakan toapekong (patung Dewa) yang dikeluarkan dari Vihara Dhanagun, menjelang malam, masyarakat tetap menunggu walau pun berulangkali turun hujan.

Cap Go Meh tahun ini mengusung tema Ajang Pemersatu Bangsa. Turut hadir beberapa komunitas budaya, paskibraka, sanggar budaya, Drum band, Mobil Shio dan juga Atraksi Liong dan Barongsai.

Sementata itu, akibat dari acara ini sepanjang jalan otista hingga simpang BTM mengalami kemacetan panjang. Para polisipun segera melakukan pengamanan dan ketertiban.

Turut hadir Menteri Agama Lukman Hakim yang mewakili Presiden, Deputi Bidang Pemasaran Nusatara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti, Ketua DPRD Untung, dan Kapolresta Bogor.

Pesta rakyat cap gome Cap Go Meh tahun ini tidak dihadiri oleh presiden Jokowi seperti tahun sebelumnya.

“Bisa kita saksikan, bagaimana semua komponen masyarakat lintas agama berada di tempat yang satu ini. Inilah wujud kebersamaan Kota Bogor, banyak orang mengatakan bogor untoleransi, nyatanya kita buktikan di acara ini semua elemen kumpul bersama. Ini bukan pesta agama, ini adalah pesta budaya bersama,”” Ungkap Ketua Pelaksana Arifin.

Ada 26 Dari parade dari komunitas dan sanggar. Acara ini telah diselenggarakan yang ke 15 kali, seharusnya 17. Namun, tidak terselenggara  pada tahun 2004 terjadi tsunami dan 2009 ada gunung meletus. Pembatalan kegaiatan ketika itu sebagai wujud menghargai dan rasa peduli terhadap sesama.

Hadir selain di Kota bogor, ada beberapa perwakilan dari Jawa Tengah,  Bandung, Cianjur, Sukabumi dan sekitar Kabupaten Bogor. Serta hadir dari internasional perwakilan dari Taiwan.

“Lihatlah hari ini kita semua berkumpul, walau pun berbeda agama, berbeda asal-usul. Bogor adalah kota yang toleran. Kalau mau melihat toleransi, kebersamaan, ya di sini tempatnya. Bogor untuk indonesia, dan indonesia untuk internasional,” kata Walikota Bogor Bima Arya ketika memberi sambutan.

Sejumlah ibu melakukan pawai sambil menari dengan payung, dalam Bogor Street Festival, Cap Go Meh di Jl. Suryakedana Bogor, Sabtu (12/2) – Foto-foto: HW

Share This: