Diperkirakan 30 Ribu Buruh akan Peringati “May Day”

_

Mayday  adalah sinyal tanda bahaya standar internasional yang digunakan dalam komunikasi radio, berasal dari bahasa Perancis m’aidez yang berarti “tolong aku”.

Mayday dipakai oleh banyak grup seperti polisi, pilot, pemadam kebakaran, dan organisasi transportasi untuk memberitahukan keadaan keadaan bahaya atau darurat.

Kata ini juga dipakai oleh para buruh dalam melakukan gerakan di Amerika. Pada akhir abad ke-19, May Day menjadi hari yang dikaitkan dengan perjuangan hak-hak pekerja.

Pada 1886, empat orang ditembak mati oleh polisi Chicago saat mereka sedang melakukan protes menuntut pemberlakuan delapan jam kerja.

Kemudian, pada 1889, sebuah kelompok di Paris memutuskan May Day menjadi hari khusus untuk mengenang empat orang yang ditembak itu.  Sejak saat itu kata May Day dijadikan istilah untuk merayakan hari buruh.

Jelang Hari Buruh Internasional (May Day) pada (1/5) esok, diprediksi akan ada 30 ribu buruh yang berencana akan untuk turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya di tiga titik di Jakarta.

“Dalam surat pemberitahuan yang diterima polisi dari buruh tersebut, aksi May Day itu akan dilakukan di tiga titik yang ada di Jakarta. Pertama di Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, kedua di DPRD DKI Jakarta, dan ketiga di Istana Negara,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Minggu (30/4/2017).

Namun, menurutnya, polisi belum menerima informasi akan adanya rencana long march yang akan dilakukan para buruh tersebut. Semua buruh, baik dari dalam maupun luar Jakarta akan langsung diarahkan menuju ke tiga titik lokasi aksi tersebut.

“Untuk massa buruh yang akan menggelar aksi di Jakarta dipredimsi berjulah 30 ribu buruh,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah buruh yang berada di kawasan Tangerang dan Bekasi rencananya akan melakukan kegiatan sosial, seperti memberikan pengobatan gratis pada saat May Day digelar sehingga tak bergabung dengan aksi buruh di Jakarta.

“Ada (aksi buruh) yang di Stadion Bekasi. Jadi mereka melakukan kegiatan sendiri, tidak gabung dengan yang di Jakarta,” tuturnya.

Argo menerangkan, dia belum memastikan berapa jumlah personel kepolisian yang akan dikerahkan mengamankan aksi May Day tersebut. Saat May Day, polisi pun akan melakukan rekayasan arus lalu lintas secara situasional di tiga titik kumpul buruh.

“Anggota lalu lintas nanti merencanakan beberapa kegiatan. Apakah nanti pengalihan arus, buka tutup, atau menggunakan jalan separuh,” katanya.

Dia mengimbau, nantinya para buruh yang datang ke Jakarta itu bisa melakukan kegiatan positif lainnya yang lebih bermanfaat.

“Kalau pun tetap ingin ikut beraksi, diharapkan tak melakukan tindakan anarkis,” tukasnya.

Share This: