Dirjen Bea Cukai: Kedatangan KPK Untuk Koordinasi

Dirjen Bea Cuki Heru Pambudi memberi keterangan menyusul berdedar kabar penggeledahan di kantor Bea Cukai Pusat oleh KPK (Foto: tribunews.com)
_

Menyusul beredaranya pemberitaan yang di media online yang menyebutkan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan penggeledahan Kantor Pusat Bea Cukai pada Senin (06/03), Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi memberi penjelasan, agar tidak terjadi kesimpangsiuran.

Menurut Heru, kedatangan Tim penyidik KPK ke Kantor Pusat Bea Cukai di Rawamangun, Jakarta Timur, dalam rangka melakukan koordinasi terkait penyidikan kasus indikasi suap yang melibatkan importir dan seorang hakim MK beberapa waktu lalu.

“Bea Cukai diminta membantu penyidik KPK untuk memberikan data dan informasi serta dokumen-dokumen terkait dengan importasi,”” ujar Heru di Jakarta, Senin (6/3/2017).

Koordinasi antara KPK dan Bea Cukai menghasilkan beberapa poin kesepatakan, di antaranya Bea Cukai sepenuhnya mendukung langkah-langkah yang dilakukan KPK, untuk melakukan investigasi dari sisi kegiatan importasi.

Informasi adanya penggeledahan di KPK sebelumnya datang dari Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Menurut Febri, KPK melakukan penggeledahan di Bea Cukai Rawamangun Jakarta Timur, Senin (6/3)siang.

Sejalan dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK, saat ini Kementerian Keuangan sedang melakukan penelitian terhadap praktik kartel di beberapa komoditi, termasuk daging. Sebelumnya Kementerian Keuangan menandatangani Nota Kesepahaman dengan  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam rangka penghapusan praktik kartel yang merugikan perekonomian negara.

Dalam nota kesepahaman tersebut, Kementerian Keuangan dan KPPU sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam pengaturan, pengawasan, penegakan hukum, peningkatan kepatuhan di bidang perpajakan dan persaingan usaha. Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi pemanfaatan data dan/atau informasi, analisis dan investigasi bersama, edukasi, sinkronisasi, dan koordinasi peraturan atau kebijakan, dan bantuan narasumber dan/atau ahli.

Kerja sama ini diharapkan akan berdampak terhadap struktur usaha yang lebih efisien dan berkeadilan, sehingga dapat menurunkan harga kebutuhan di masa yang akan datang. Sehingga dalam jangka panjang, masyarakat mendapatkan barang yang berkualitas dengan harga murah, pengusaha mendapatkan kesempatan yang sama dalam berusaha, dan Indonesia menjadi tempat yang menawarkan iklim persaingan usaha yang sehat.

 

Share This: