Dirjen Perkeretaapian akan Tutup 4 Perlintasan Sebidang di Jakarta

_

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan Pemprof DKI DKI dan Polda Metro Jaya, dalam waktu dekat akan menutup 4 (empat) perlintasan sebidang di Jakarta.

Keempat perlintasan sebidang yang akan ditutup adalah perlintasan Jl. Pejompongan I (JPL No.42 di Km.10+374 lintas Tanah Abang – Serpong); Pasar Minggu (JPL No.17 di Km 15+309 lintas Manggarai – Bogor); perlintasan Jl. TB. Simatupang (JPL No.20c di Km. 20+785 lintas Manggarai – Bogor) dan perlintasan Pondok Kopi/Penggilingan (JPl No.63 lintas Manggarai – Bekasi). Peutupan akan dilakuka pada Mei 2017.

“Penutupan perlintasan sebidang ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan, ketertiban dan kelancaran perjalanan KA dan masyarakat pengguna jalan, pada perlintasan jalur kereta api dengan jalan, di wilayah Provinsi DKI Jakarta”, ujar Dirjen Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono, di Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Menurut Prasetyo, penutupan keempat perlintasan sebidang tersebut merupakan bagian dari 19 (sembilan belas) perlintasan sebidang yang diusulkan untuk ditutup, oleh Kementerian Perhubungan kepada Pemprov DKI Jakarta.

Permintaan itu disampaikan melalui Surat Menteri Perhubungan kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta, tanggal 15 Desember 2015, tentang Penanganan Perlintasan Tidak Sebidang di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Ke-19 perlintasan sebidang tersebut telah diperlengkapi dengan flyover maupun underpass.

Sebelumnya pada April 2016 lalu, Pemprov DKI Jakarta telah menutup perlintasan sebidang di Stasiun Tebet, dan pada Oktober 2016 lalu Pemerintah menutup perlintasan sebidang Jl. Letnan Jenderal Soeprapto (JPL No 29 di Km 6+241).

Diawal ujicoba maupun saat penutupan perlintasan sebidang Jl. Letnan Jenderal Soeprapto dilaksanakan, ada beberapa kendala yang timbul, terutama bagi pengguna kendaraan bermotor yang mengalami kesulitan memahami alternatif jalan yang disosialisasikan. Hal ini berdampak pada kemacetan di sekitar perlintasan sebidang tersebut. Tapi seiring dengan kerjasama yang dilaksanakan antara Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta beserta Polda Metro Jaya untuk melakukan rekayasa lalu lintas, mensosialisasikan dan mengedukasi pengguna kendaraan bermotor, kemacetan pelan-pelan bisa terurai.

Memasuki tahun 2017 ini, Pemerintah berencana untuk menutup 14 (empat belas) perlintasan sebidang yang dibagi menjadi 3 tahap. Adapun ke-4 perlintasan sebidang yang akan ditutup pada bulan Mei 2017 ini merupakan pelaksanaan Tahap I dari penutupan perlintasan sebidang oleh Pemerintah.

Penutupan Tahap II meliputi Perlintasan Jl. Bandengan Utara (JPL No.2 di Km 2+823 Jalur Lingkar Jakarta), Perlintasan Jl. Bandengan Selatan (JPL No.3 di Km 2+850 Jalur Lingkar Jakarta), Perlintasan KH. Hasim Ashari (JPL No.31 di Km 4+400 Jalur Lingkar Jakarta), perlintasan Jl. Angkasa (JPL No.14A dan JPL No. 14B di Km 4+233 Jalur Lingkar Jakarta) dan perlintasan Karet Bivak Pejompongan (JPL No.1 di Km 1+8/9 lintas Manggarai – Tanah Abang).

Perlintasan Karet Bivak merupakan usulan tambahan, di luar usulan 19 perlintasan sebidang yang direncanakan untuk ditutup.

Sedangkan, penutupan Tahap III meliputi perlintasan Pejompongan 2 (JPL No. 42 di Km 10+374 lintas Tanah Abang – Serpong), Perlintasan Kalibata Jl. Makam Pahlawan (JPL No. 17 di Km 15+309 lintas Manggarai – Bogor), Perlintasan Jl. Pramuka 1 (JPL No. 40A di Km 9+019 Jalur Lingkar Jakarta), Perlintasan Jl. Pramuka 2 (JPL No. 40B di Km 9+051 Jalur Lingkar Jakarta) dan Perlintasan Jl. Tubagus Angke (JPL No. 5 di Km 3+400 Jalur Lingkar Jakarta).

Menyikapi rencana penutupan perlintasan Tahap I tersebut, Pemerintah telah menyiapkan rute jalan alternatif yang dapat dilewati oleh para pengguna jalan.

Rute-rute tersebut, yaitu: Penutupan perlintasan sebidang Jl. Pejompongan I (JPL No.42 di Km.10+374 lintas Tanah Abang – Serpong): Pengguna jalan yang datang dari arah Jl. Tentara Pelajar/Palmerah yang akan berputar balik dan mengarah ke Selatan yaitu ke Jl. Tentara Pelajar/ Permata Hijau dipersilahkan berputar arah di Jl. Penjernihan sebelum SPBU.

Penutupan perlintasan sebidang Jl. Pasar Minggu (JPL No.17 di Km 15+309 lintas Manggarai – Bogor): Pengguna jalan yang datang dari arah Jl. Kalibata yang akan menuju ke Pasar Rebo turun melalui underpass melalui Jl. Tanjung Barat Raya;

Pengguna jalan yang datang dari arah Jl. Depok yang akan menuju Pasar Rebo berputar arah di depan Robinson Pasar Minggu turun melalui underpass atau berputar arah di depan Kementerian Pertanian.

Penutupan perlintasan sebidang Jl. TB. Simatupang (JPL No.20c di Km. 20+785 lintas Manggarai – Bogor): Pengguna jalan yang datang dari arah Jl. Depok yang akan menuju Pasar Rebo berputar arah di depan Robinson Pasar Minggu turun melalui underpass atau berputar arah di depan Kementerian Pertanian.

Penutupan perlintasan sebidang Pondok Kopi/Penggilingan (JPl No.63 lintas Manggarai – Bekasi) : Pengguna jalan yang datang dari arah Jl. I Gusti Ngurah Rai/Cakung yang akan menuju Jl. Raya Penggilingan dan Jl. Sumarno memutar arah di depan stasiun Buaran naik melalui flyover.

Pengguna jalan yang datang dari arah Jl. Raya Penggilingan dan Jl. Sumarno menuju tol lingkar luar/timur naik ke flyover dan memutar arah di depan stasiun Buaran terus melalui Jl. I Gusti Ngurah Rai.

Pengguna jalan yang datang dari arah Jatinegara menuju Jl. Raya Penggilingan dan Jl. Sumarno naik melalui flyover.

Prasetyo menambahkan bahwa sebelum dilaksanakan penutupan perlintasan sebidang tersebut, Pemerintah akan mengadakan uji coba penutupan terlebih dahulu.

“Uji coba ini akan berlangsung selama 1 bulan yang akan dimulai pada bulan April tahun 2017. Sebelum pelaksanaan uji coba penutupan tersebut, juga akan dilaksanakan sosialisasi kepada masyarakat,” tukasnya.

 

Share This: