Dirut Garuda Pahala N Mansury Datang ke KPK

Dirut Garuda Indonesia, Pahala N Mansury (baju putih), ke luar dari Gedung KPK. (Foto: hw)
_

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Pahala N Mansury, Senin (11/9/2017) datang ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jl. Rasuna Said Kuningan, Jakarta.

Usai bertemu pimpinan KPK, Pahala yang didampingi oleh beberapa stafnya menjelaskan, kedatangannya ke KPK adalah dalam rangka melakukan koordinasi.

“Jadi kita koordinasi lebih ke hal-hal umumlah. KPK juga menyambut baik kedatangan kami, dan KPK akan membantu kepada hal-hal yang memperbaiki tata kelola di perusahaan,” kata Pahala sebelum meninggalkan gedung KPK.

Pahala menjelaskan, dalam pertemuan itu KPK berjanji akan membantu manajemen Garuda Indonesia dalam melakukan tata kelola perusahaan yang baik, dan menjelaskan hal-hal yang patut atau tidak patut dilakukan oleh manajemen.

“KPK berjanji akan membantu dengan melakukan sosialiisasi tata kelola yang baik, good governancelah, termasuk sosialisasi tentang apa itu gratifikasi,” katanya.

Pahala berjanji akan meneruskan hasil pertemuan dengan KPK kepada para karyawannya, terutama menyangkuta pengadaan di Garuda Indonesia, agar lebih baik dan efisien. Untuk itu pihaknya akan membentuk komisi khusus.

Menjawab pertanyaan sejauh mana kinerja karyawan di Garuda Indonesia, Pahala mengatakan sudah cukup baik. Namun demikian perbaikan-perbaikan akan terus dilakukan.

“Kalau kita lihat selama ini sudah ada perbaikan. Tetapi kan selalu ada ruang untuk memperbiki diri termasuk dalam hal manajemen. Tentunya ini akan kita lakukan bagaimana kita memperkuat institusi ke dalam kita dan institusi organisasi kita,” tegasnya.

Pahala N Mansury yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, pada Rabu (12/4/2017).

Pahala menggantikan Dirut Garuda Indonesia sebelumnya, yakni Arif Wibowo. Salah satu alasannya, pada saat ini perseroan membutuhkan sosok yang bisa menangani urusan finansial dan operasional Garuda Indonesia.

Pahala dinilai memiliki pengalaman di finansial dan operasional. Garuda Indonesia saat ini membutuhkan keduanya,” kata Gatot kepada wartawan di Cengkareng, Tangerang.

Tugas Pahala ke depan adalah untuk melakukan transformasi finansial dan operasional, serta melakukan integrasi bisnis Garuda Indonesia. Salah satunya integrasi bisnis Garuda Indonesia dan anak usahanya PT Citilink Indonesia.

Share This: