Dirut TVRI Helmy Yahya: Kami “Fight” Dengan AC Nielsen!

Dirut TVRI Helmy Yahya (Foto: HW)
_

TVRI, televisi publik yang dibiayai oleh pemerintah, sedang bergerak menuju perubahan! Isi siaran televisi pertama di Indonesia itu terus diberbaiki agar bisa memenuhi keinginan pemirsa untuk melihat tayangan-tayangan yang lebih berselera. Semangat itu kini sedang menggelora, sejak TVRI dipimpin oleh Direktur Utama yang baru, Helmy Yahya.

Helmy, presenter dan produser tayangan-tayangan reality show dilantik sebagai Direktur TVRI periode 2017 – 2022 pada 29 November 2017 lalu. Sebelum dilantik dia sudah menunjukkan rasa optimisnya TVRI akan bangkit lagi karena masyarakat menginginkan. Selain itu TVRI memiliki asset yang luar biasa di seluruh tanah air, yang tidak dimiliki oleh televisi swasta manapun di Indonesia.

“Sekarang kami sedang bergerak maju. Kami terus memperbaiki program-program siaran. Malam Tahun Baru lalu kami siaran nonstop selama 7 jam, sesuatu yang belum pernah dibayangkan orang sebelumnya, dan diisi oleh penyanyi-penyanyi terkenal di tanah air. Sekarang banyak penyanyi terkenal yang ini tampil di TVRI, berbagai genre musik kami tampilkan,” kata Helmy Yahya kepada wartawan, di TVRI, Rabu (12 jelang Konperesi Hari Musik Indonesia (KAMI), didampingi oleh Kepala Bekraf Triawan Munaf, musikus Glenn Fredly dan Direktur Program TVRI Apni Jaya Putra.

Diakui Helmy, persoalan yang dihadapi TVRI saat ini adalah SDM dan peralatan lama, tetapi dia berusaha untuk terus memotivasi karyawan agar tetap maju mengikuti perkembangan jaman.

“Kami panggilkan para ahli, mereka yang bergerak di dunia pertelevisian dan program-program televisi saat ini untuk memberikan pemahaman dan motivasi kepada karyawan. Hasilnya kita bisa lihat sendiri, program-program TVRI sekarang mulai berubah,” katanya.

Musik adalah salah satu hiburan yang akan menjadi menu utama TVRI. Banyak artis-artis terkemuka yang sudah menyatakan komitmen akan tampil di TVRI dan banyak yang meminta.

Selain itu TVRI juga akan memproduksi sinetron-sinetron lama dengan format baru seperti Keluarga Cemara, Rumah Masa Depan yang pernah menjadi tontonan favorit di masa lalu, dan juga sinetron Pangeran Diponegoro.

“TVRI ini memiliki asset yang luar biasa. Di sini kami berada di tanah seluas 4,2 hektar di lingkungan Senayan. Kami juga punya tempat seluas ini di 29 provinsi di Indonesia, berada di lokasi utama. Jadi tolong jangan remehkan kami. Beri kami waktu dua tahun, kami akan tunjukkan apa yang bisa kami lakukan!” tandas Helmy.

Sebagai televisi publik, kini TVRI tidak lagi mengharamkan iklan, baik iklan-iklan pemerintah maupun produk komersil. Helmy mengaku bahwa pemasang iklan selama ini masih berpegang kepada hasil riset penonton AC Nielsen. Namun dengan tegas dia mengatakan riset AC Nielsen hanya terbatas di 7 kota besar, sedangkan TVRI bisa diterima di seluruh Nusantara, di 34 provinsi.

“Kami ini memiliki 11 siaran analog dan beberapa puluh digital. AC Nielsen hanya melakukan riset pada tivi analog di 7 kota besar! Sedangkan kami tayang di seluruh tanah air. Banyak daerah terpencil yang hanya bisa menerima siaran TVRI, tidak televisi lain. Makanya kami fight dengan AC Nielsen, Saya katakan bahwa hasil riset mereka sangat terbatas!” kata Helmy berapi-api.

Helmy yakin pada saatnya pemasang iklan akan datang ke TVRI. Jika dulu jajaran pemerintah “menghindari” TVRI untuk menayangkan program-program sosialisasinya, kini mereka mulai melirik TVRI.

“Sudah banyak Menteri yang bertemu dengan saya dan meminta agar program-program sosialisasi kementerian ditayangkan di TVRI. Jadi kami optimis, ke depan TVRI akan semakin baik karena kami akan memiliki dana untuk membuat program-program yang diminati masyarakat,” kata Helmy.

Share This: