“Djoerig Salawe”, Tentang Hantu yang Dilibatkan Dalam Perjudian

_

Suatu ketika judi pernah menjadi permainan haram yang dilegalkan negara. Itu terjadi ketika pemerintah mengijinkan SDSB dan Porkas.

Saat itu banyak anggota masyarakat yang tergila-gila, melalukan cara apapun agar nomor-nomor yang dipasangnya ke luar, dan mendapatkan hadiah.

Bukan hanya melalukan ikhtiar yang kasat mata, ada pula yang meminta tolong pada kekuatan mahluk gaib, mempercayai tahayul dan lain sebagainya.

Masa-masa kegelapan iman itu kini diangkat ke dalam film “Djoerig Salawe” produksi MBK Pictures.

:eritanya sangat unik. Sebelumnya banyak film box office yang mengangkat tentang horor, dibumbui dengan kekerasan dan sebagainya. Film ini unik. Pocong saja tidak ada harga dirinya,” kata sutradara Sahrul Gibran yang menggarap film ini usai pemutaran trailer di Senayan Plaza XXI, Rabu (12/2/2020).

“Djoerig Salawe” adalah sebuah film horor berbalut komedi yang dibintangi oleh Joe P Project, Fico Fahreza, Aming, Ben Kasyafani, Nadine Alexandra, Anyun, Babe Cabita, Dimas Andrean, Gabriella Desta, Inggrid Widjanarko, Mongol dan Candil.

“Saya menerima cerita film ini karena genre horor banyak diminati. Kita tambahin unsur komedi agar pesannya bisa sampai,” kata produser, Puti.

Djoerig Semua dalam bahasa Sunda adalah mahluk halus. Sementara kata Salawe berarti Dua Puluh Lima atau Dua Lima.

Djoerig Salawe atau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, “Setan Duapuluh Lima’ tentu tidak diartikan harafiah demikian. Duapuluh Lima adalah angka Togel (toto gelap.red) yang keluar dari undian atau nomor yang dipasang dalam permainan atau perjudian pada masanya.

Film ini mengisahkan seorang janda yang menjadi rebutan dua calon Kepala Desa, di mana unsur klenik terlibat di dalamnya.

Share This: