Dodol Nyak Mai Harapkan Dukungan Pemerintah

_

Usaha Dodol Nyak Mai memang telah berkembang pesat. Setelah Setu Babakan menjadi Pusat Wisata Betawi, usaha dodol ini dirangkul oleh pihak kelurahan sampai pemerintah kotamadya. Tujuannya agar dapat mempromosikan ciri khas dari makanan Betawi itu sendiri. Namun bantuan dana untuk usaha kecil menengah (UMKM) dinilai masih kurang, bahkan sudah tidak ada.

” Tahun kemarin masih ada pihak-pihak dari bank atau instansi tertentu memberikan kita modal atau bantuan buat mengembangkan usaha, tapi sekarang udah tidak kedengaran lagi, entah apa saya yang kurang aktif atau gimana,” Kata Udin.

Selain itu, dodol Nyak Mai juga dikenal sebagai dodol yang masih menggunakan cara memasak dodol tradisional, sama seperti yang dianjurkan oleh Almarhum Nyak Mai. Oleh karena itu proses memasak masih menggunakan bahan bakar kayu rambutan.

proses mengaduk dodol diperlukan keahlian khusus agar matang secara merata

“Pembakaran menggunakan jenis kayu rambutan agar citarasa beda, arang awet, gak boros kayu dan gak ngebul,” ujarnya.

Untuk itu, Udin berharap agar pemerintah maupun pihak terkait bisa saling membantu untuk melestarikan budaya Betawi

” Pengennya si ada yang mau mendukung dan melestarikan untuk permodalan. Buat kedepan mudah-mudahan pemerintah mendukung usaha dari warga Betawi dengan tradisinya biar lebih maju pengen juga ngenalin dodol langsung ke orang umum, tutupnya.

Dodol Nyak Mai sendiri dijual mulai dari harga 75 ribu untuk ukuran 1 kilo/keranjang. Sedangkan rasa duren untuk ukuran 1 kilo/keranjang dihargai 100 ribu.

Share This: