“Down Swan”, Pelajaran Bagi Orangtua Menghadapi Anak Down Syndrome.

_

Down syndrome adalah kelainan kromosom genetik 21 yang menyebabkan keterlambatan perkembangan dan intelektual. Seorang anak penderita down syndrome memerlukan bimbingan dan dukungan yang kuat dari kedua orangtunya, agar dia mampu melakukan berbagai hal yang dilakukan oleh anak normal, walau tidak seratus persen.

 

Tidak semua orangtua mampu menghadapi kenyataan memiliki anak down syndrome. Kepercayaan lama menganggap ini adalah sebuah kutukan; ada pula yang merasa kenyataan itu adalah sebuah aib, sehingga banyak yang berusaha menyembunyikannya.

Sebagai pasangan baru yang sedang menunggu kelahiran buah hatinya, kebahagiaan terpancar dari raut wajah Mitha (Putri Ayudya) dan Bisma (Ariyo Wahab). Banyak sekali mimpi yang ingin Mitha lakukan bersama keluarga kecilnya kelak. 

Namun suatu hari, dokter mendiagnosa bahwa bayi yang dikandungnya memiliki kecenderungan Down Syndrome. Mendengar itu, hati Mitha dan Bisma hancur seketika.

Bahkan hingga Nadia (Arina Dhisya) lahir, masih sulit bagi Mitha untuk menerima kondisi puteri semata wayangnya tersebut. Terlebih lagi, ketika Nadia mulai tertarik dengan sesuatu yang sempat digeluti Mitha dahulu, yaitu menjadi seorang ballerina.

Pelajaran Menarik.

Film karya Fuad Akbar ini merupakan sebuah pelajaran yang bagus sekali bagi banyak orangtua — terutama orangtua muda — dalam menghadapi kenyataan memiliki anak down syndrome.

Meratapi nasib, sedih, perasaan sakit, tak akan memberikan apa-apa baik bagi orangtua maupun sang anak, kecuali kerugian besar dikemudian hari.

Pada awalnya Mitha tak bisa menerima kenyataan ketika dokter mendiagnosa bahwa anak yang dikandungnya memiliki kecenderungan down syndrome. Ia terpukul dan merasa sedih sekali.

Bahkan ketika sang anak lahir dan bertumbuh, pada awalnya Mitha masih kurang legowo. Ada perasaan tak suka melihat keberadaan sang anak.

Akan tetapi kesabaran Bisma, sang suami yang terus mengingatkannya untuk menerima kenyataan, dengan mengatakan bahwa semua anak tidak ada yang sama, dan kemudian menunjukkan kasih sayang yang besar kepada Nadia, anaknya, lambat laun Mitha luruh.

Justru di bawah bimbingan Mitha, Nadia bisa bertumbuh dan menutupi kekurangannya sebagai anak down syndrome. Nadia belajar banyak hal, mulai hal-hal kecil di rumah, hingga belajar balet. Mitha tetap sabar meskipun emosi Nadia sering labil.

Digarap dengan teliti, meskipun pengadegannya berputar-putar di tempat yang sama, “Down Swan” merupakan sebuah film drama yang mampu mengusik perasaan sentimental.

Semua karakter penting dalam film ini diperankan dengan baik sekali oleh para pemerannya. Pemeran cilik Arina Disha mampu memerankan toloh Nadia yang menderita down syndrome. Secara emosi, gesture dan mimik yang ditunjukannya relatif baik, walapun kadang kurang terjaga sehingga tokoh Nadia terkesan normal.

Film ini beredar di bioskop mulai 23 Mei 2019.

Share This: