DPD Harapkan Pemerintah Siap Hadapi Dampak Pergantian Presiden AS

Sumber Foto : Humas DPD
_

Menanggapi pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Farouk Muhammad menyampaikan harapannya bahwa hubungan di antara Indonesia dan Amerika Serikat akan semakin erat. “Indonesia dan Amerika Serikat adalah mitra penting. Meskipun tak selalu satu suara, kerja sama kedua negara penting untuk kemajuan kedua bangsa sahabat itu,” tutur Farouk.

Senator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini juga menggarisbawahi pentingnya pemerintah mengantisipasi dampak dari kebijakan Trump yang proteksionis.  Banyak pengamat mengantisipasi dengan penuh kekhawatiran karena dalam pidato inagurasinya, Trump menegaskan arah kebijakan yang cenderung proteksionis. Di bawah Trump, Amerika Serikat sudah menyatakan keluar dari Trans Pacific Partnership dan akan meninjau berbagai perjanjian perdagangan bebas lainnya. “Pemerintah harus secara proaktif menjalin komunikasi dengan pemerintah Trump agar Indonesia tidak terkena dampak buruk dari kebijakan-kebijakan baru tersebut,” tandas Farouk di Jakarta (25/1).

Selain soal ekonomi, kekhawatiran lain yang muncul adalah mengenai situasi di Laut Cina Selatan. Pergantian dari Obama ke Trump dicemaskan akan mengubah perimbangan kekuatan di kawasan, yang dapat memicu peningkatan ketegangan di wilayah ini. Berkaitan dengan kekhawatiran tersebut Farouk berharap pemerintah Indonesia dapat berperan aktif untuk memperkuat ASEAN. “ASEAN penting untuk menjaga supaya negara-negara di Asia Tenggara tidak terjebak dalam persaingan di antara kekuatan-kekuatan besar dunia, siapapun kepala negara kekuatan-kekuatan besar tersebut,” pungkas Farouk.

Share This: