Drone Tetap Bisa Terbang, Asal Tidak Jatuh atau Tertabrak

_

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan drone (helikopter mini)  makin menyebar di berbagai kalangan. Tidak hanya digunakan oleh kalangan profesional untuk mengambil gambar dari udara, tetapi juga mewabah di kalangan pehobi biasa atau kalangan amatir.

Di Indonesia, khususnya di Jakarta, bahkan telah terbentuk komunitas-komunitas pencinta drone. Salah satuanya adalah  Komunitas Indonesia Drone Racing Federation (IDRF).

Suatu hari balaikita menemui  anggota IDRF yang  sedang asyik bermain Drone di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta. Masing-masing anggota asyik memegang remote control untuk mengendalikan drone miliknya.

“Yah hobi sih. Jadi kalo kita maen drone dipasang kamera, dan kita pake kacamata drone jadi seakan kita ada di dalamnya,” kata  One Globve anggota IDRF.

One Glove juga mengungkapkan untuk harga Drone di Indonesiaberkisar antara Rp.3 juta  hinggaRp15 juta.

“Yang mahal sih remote sama gogonya, bisa sampai 5-8juta. Di Indonesia sudah banyak toko-toko yang menjual Drone.

Dia  menginformasikan  dalam waktu dekat, IDRF akan bermain di Basement Universitas Trisakti.

“Kita di undang di basement trisakti, buat bermain drone balap-balapan gitu,” ujar One Grove.

Agus, pencinta drone lainnya memaparkan, main drone tidak memerlukan  perawatan.

Kebanyakan pemiliknya mengganti Mesin Drone karena rusak. Drone tidak akan rusak bila  tidak jatuh atau tertabrak.

“Artinya kalo gak jatuh gak akan belanja.” jelas Agus, pecinta Drone, ketika ditemui di GBK, Sabt (17/2).

“Kalau jatuh tidak akan bisa terbang, tergantung impact jatuhnya,”  tambah Agus.

Drone sendiri memiliki banyak variasi, seperti TriCopter, Quadcopter, Hexacopter, Octocopter, RTF, Gyro Axis, 4 Channel, Headless, FPV, Kit Only, dan Motor Brushless

“Untuk seri yang kita lagi main ini kelas 250, 210,200an.” ungkapnya, ditemui saat bermain di GBK.

Komunitas ini juga membuka kesempatan kepada siapa pun yang ingin  bergabung. Di  facebook, kelompok ini sudah mempunya akun bernama Indonesia Drone Race Federation dan memiliki Drone.

Komunitas IDRF berdiri pada tahun 2016.  Anggotanya menyebar  di kota-kota besar sudah yang sudah memainkan Drone.

Untuk IDRF di GBK sendiri biasa kumpul hampir setiap hari, kecuali akhir pekan dan jika tidak ujan.

“Biasanya maen pagi-pagi, tapi ini kebetulan lagi sore main juga,” kata Agus.

Bukan hanya sekedar hobi, Komunitas IDRF juga sudah berprestasi dengan meraih Juara 1 di Event Padamoro Golf baru-baru ini.

Share This: