Elza Syarief: Miryam ditekan anggota DPR

_

Pengacara Elza Syarief mengungkapkan, pernyataan palsu yang diungkapkan oleh Miryam S. Haryani dalam sidang e-KTP beberapa waktu lalu yang menyebut tidak ada pembagian uang kepada Anggota DPR Komisi II, merupakan hasil tekanan dari beberapa Anggota Dewan.

“Kan saya udah jelasin deh baru-baru ini, dia ditekan teman temannya di dalam dakwaan,” kata Elsa saat meninggalkan Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Ia menegaskan, orang yang menekan Miryam merupakanIa menegaskan, orang yang menekan Miryam merupakan yang namanya disebut dalam dakwaaan kasus e-KTP. Namun Elsa tidak menyebutkan siapa orang yang dimaksud.

“Ya pokoknya semua lah, yaa pokoknya teman-teman yang (namanya) ada dalam dakwaan,” tegasnya.

Terkait dengan pencabutan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan oleh Miryam S. Haryani pada sidang pada (24/3) lalu, Elsa membantah tindakan itu sebagai buntut dari usulannya kepada Miryam.

“Untuk apa saya usulin cabut BAP. Saya justru ingin dia jadi Justice Collabolator,” tandasnya.

Seperti diketahui, pada sidang tanggal 24 Maret 2017 lalu Miryam S. Haryani mencabut keterangan dalam BAP, yang berisi pengakuannya tentang adanya bagi-bagi duit e-KTP itu. Keterangan itu kemudian dicabut, karena ia mengaku diancam oleh penyidik KPK. Pengakuan Miryam itu sudah dibantah oleh penyidik KPK dalam sidang berikutnya.

Miryam sendiri, menurut dakwaan, disebut pernah meminta uang kepada eks Dirjen Dukcapil Kemdagri, Irman sebesar USD 100 ribu untuk Chairuman Harahap. Duit yang diminta disebut untuk membiayai kunjungan kerja Komisi II DPR RI ke beberapa daerah.

Lalu Miryam juga meminta uang Rp 5 miliar kepada Irman yang disebut untuk kepentingan operasional Komisi II. Uang tersebut disebut dibagi-bagikan secara bertahap kepada beberapa empat orang pimpinan Komisi II yakni Chairuman Harahap, Ganjar Pranowo, Teguh Juwarno dan Taufik Effendi masing-masing sejumlah USD 25.000.

Share This: