Enteng Tanamal: Mencipta Lagu Pekerjaan Mulia!

_

Mencipta lagu merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Karena melalui lagu akan banyak lapangan pekerjaan tercipta. Banyak yang mengatakan mencipta lagu itu pekerjaan gampang. Padahal kemampuan itu diperoleh karena karunia Tuhan. Hal itu dikatakan oleh Ketua Badan Pembinca Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI) Enteng Tanamal di Jakarta, Sabtu (13/01/2017).

“Orang bilang (mencipta lagu) itu gampang. Tapi bisa enggak kita berbuat seperti itu, karena itu talenta dari Tuhan. Nah pada waktu lagu itu jadi dan dimasyarakatkan, terciptalah lapangan kerja buat berjuta-juta orang. Lagu itu bisa menciptakan lapangan kerja. Penyanyi kalau enggak ada lagu bisa kerja enggak? Pemusik kalau enggak ada lagu bisa kerja enggak? Studio kalau enggak ada lagu bisa kerja bisa enggak. Promotor pertunjukkan tanpa ada lagu tidak bisa kerja. Tidak bisa. Jadi betapa mulianya pekerjaan pencipta lagu,” kata Enteng.

Saat ini ada 2600 pencipta lagu di Indonesia yang terdaftar di KCI. Tetapi dari jumlah itu, cuma lima persen saja yang bisa hidup layak. Sisanya hidup menderita. Mereka selalu mengharapkan bantuan dari KCI.

“Budaya orang Indonesia ini kan kurang menghormati hak orang lain, kurang menghormati hukum, kurang menghormati undang-undang. Untuk itu KCI memperjuangkan hal pencipta lagu. Kalau terjadi gugatan hukum terpaksa kita layani,” katanya.

Adapun royalty yang diterima pencipta lagu, tiap tahun turun naik. Tergantung pemakaian lagu oleh user. Enteng memberi contoh lagu Tak Gendong Ke mana-mana karya Mbah Surip (almarhum). Suatu waktu lagu itu hebat banget naiknya. Tapi pada tahun berikutnya habis.

“Yang terbesar adalah keluarga almarhum Ismail Marzuki. Tiap tahun bisa mendapatkan 100 juta rupiah. Jumlah sebesar itu saya kira cukup. Untuk ngontrak rumah dan biaya hidup sehari-hari”.

Menurut Enteng, meski pun jumlah pencipta lagu di Indonesia cukup banyak, dan lagu-lagu yang diciptakan tak terhitung, tetapi penghasilan KCI masih sangat kecil. Sejak didirikan hingga saat ini telah berusia 26 tahun, total penghasilan KCI cuma Rp.12 milyar. Padahal lembaga serupa di Malaysia memiliki penghasilan Rp.75 milyar, Korea setara Rp.500 milyar, dan di Jepang mencapai 8 trilyun!

 

Penulis: Herman Wijaya;

Foto     : Herman Wijaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share This: