Ernest Prakasa: Kolaborasi Dengan Istri Bukan Hanya Mengurus Rumahtangga.

_

Ada ungkapan yang mengatakan, di balik suami yang sukses, ada isteri yang hebat. Ungkapan itu cocok dengan Ernest Prakasa, komika yang kini menjelma sebagai sineas dan produser film. Di balik kesuksesan Ernest, ternyata peran isterinya tidaklah kecil.

Dalam membuat film-film yang ditanganinya, sang isteri Meira Anastasia, ikut berperan. Selama ini dalam pembuatan skenario Ernest selalu bekerjasama dengan Meira.

“Dia seorang pembuat drama yang bagus. Mungkin karena masa lalunya ya,” kata Ernest di Comic Cafe, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2017).

Ernest menuturkan, selama ini dia selalu menulis skenario film-film yang dibuatnya bersama sang isteri. Meira membuat treatment setelah Ernest menggambarkan tentang struktur dramaturgi. Setelah treatment selesai, Ernest yang membuat dialog-dialognya.

“Enaknya bekerjasama dengan isteri, saya bisa selalu mendiskusikan hampir di setiap kesempatan bertemu. Bahkan di tempat tidur,” kata komika, penulis skenario dan kini menjadi produser itu.

Kerjasama dengan sang isteri dimulai sejak ia membuat film Cek Toko Sebelah yang berhasil meraih lebih dari 2,5 juta penonton. Skenario tersebut mendapat penghargaan Skenario Terbaik pada ajang Indonesian Box Office Movie Award (IBOMA) 2017.

Bagi Ernest, ini merupakan penghargaan kedua pada kategori skenario terbaik pada ajang yang sama. Tahun 2016 Ernest juga mendapat piala di ajang yang sama melalui film Ngenest.

Penghargaan tersebut menurutnya menjadi tanggung jawab sekaligus standar bagi film-film yang ia buat selanjutnya. Saat ini Ernest sedang memulai proyek baru. Ia bertindak sebagai produser untuk filmnya yang akan syuting di Sumba, NTT.

“Karena bulan Februari ke sana dan ngeliat Sumba dan terpesona sama keindahannya. Sumba ini cukup unik, punya kontur alam yang oke. Savananya unik dan sejauh mata memandang tuh savana, perbukitan dan kayak bukit teletubbies lah kira-kira jadi dramatis banget. Aku lihatnya yang ‘wow ini harus bisa jadi sesuatu di film’,” ujar Ernest.

Share This: