Falcon Dan Max Pictures Tetap Buka Pintu Damai Dengan Syamsul Fuad

HRM Bagiono (kiri) dan Ody Mulya Hidayat. (Foto: HW)
_

PT Falcon dan Ody Mulya Hidayat dan Max Pictures tetap membuka pintu perdamaian dengan Penulis cerita film Biang Kerok tahun 1972, Syamsul Fuad. Hal itu disampaikan oleh HRM Bagiono, Pengacara kedua perusahaan tersebut kepada BALAIKITA dan beberapa wartawan lain di Bangi Kopi Balai Sarbini Jakarta, Kamis (19/4/2018) sore.

Menurut Gion, panggilan akrab pengacara Falcon dan Max Pictures, meski pun pihaknya akan menggugat balik, pintu perdamaian masih terbuka, dan kliennya tetap akan memberikan uang tali kasih kepada Syamsul Fuad.

“Menurut saya, kalau kita bertarung di pengadilan, tidak akan ada satu pihak pun yang menang. Kita semua justru akan rugi. Jadi kalau Pak Syamsul menyatakan ingin berdamai, saat itu juga berkas gugatan kita akan saya tarik,” kata Gion yang akan menggugat balik Syamsul Fuad atas nama kliennya.

Produser Max Pictures Ody Mulya Hidayat yang hadir saat itu sependapat dengan Gion. Meski pun pihak sudah digugat oleh Syamsul Fuad di Pengadilan Niaga Jakarta, dia mengaku tidak merasa dendam atau sakit hati.

“Kalau Pak Syamsul mau berdamai, saya akan tetap kasih beliau uang seperti janji saya semula, dan kita juga akan cantumkan namanya di credit title film Biang Kerok berikutnya. Ini sebagai penghormatan saya kepada beliau sebagai orangtua,” kata Ody.

Sebagaimana ramai diberitakan, penulis cerita film Biang Kerok tahun 1972, Syamsul Fuad, menggugat Falcon Pictures dan Ody Mulya Hidayat dari Max Pictures yang telah memproduksi film “Benyamin Biang Kerok” tahun 2018 yang dibuntangi oleh Reza Rahadian.

Syamsul menggugat karena merasa haknya sebagai penulis cerita film Biang Kerok diabaikan. Permintaan royaltie sebagai penulis cerita asli film “Biang Kerok” tidak dipenuhi oleh PT Falcon maupun Ody Mulya Hidayat.

Dimediasi oleh seorang wartawan, Ody dan Syamsul Fuad bertemu di kantor Harian Pos Kota. Ketika itu Syamsul Fuad meminta haknya. Terjadi tawar menawar hingga Ody memutuskan bersedia memberikan uang Rp.25 juta, tetapi yang 10 juta akan diminta dari Beno Benyamin, anak almarhum Benyamin S. Namun Syamsul Fuad tidak mau menerima. Ia ingin berkonsultasi dulu dengan anaknya.

“Waktu itu saya sudah mau kasih. Terserah Pak Syamsul mau minta cash atau ditransfer. Tapi ditunda-tunda terus, yang muncul malah gugatan di pengadilan. Dia nuntut 1 milyar per film ditambah bagian dari tiket seribu perak. Kayak pemegang saham aja!” tutur Oddy.

Versi Syamsul Fuad, waktu itu Ody mau memberi Rp.10 juta, sedangjan sisanya minta sama Beno Benyamin. “Saya tidak mau minta sama Beno. Saya enggak ada urusannya sama dia. Kan yang mau bikin film Ody sama Falcon. Setelah itu dua kali menghubungi Ody Mulya tidak direspon oleh Ody. Bahkan surat pengacaranya saya tidak digubris. Ya udah kita selesaikan aja melalui pengadilan,” papar Syamsul beberapa waktu lalu.

Syamsul Fuad (kanan) dan pengacaranya, Bachtiar Arsyad, SH (Foto: HW)

Saat ini gugatan Syamsul sedang disidangkan di Pengadilan Tata Niaga Jakarta. Agenda persidangan Kamis (19/2018) adalah jawaban dari tergugat. Dalam pembelaannya PT Falcon antara lain memgatakan gugatan Syamsul Fuad “salah alamat” atau “kurang pihak”. Seharusnya yang digugat adalah PT. Layar Cipta Karya Mas Film, sebagai pihak yang memiliki hak sepenuhnya atas film-film layar lebar yang dibeli Falcon dan Max Pictures.

“Klien kami kan telah membeli hak film tersebut. Ada perjanjiannya dan hak ciptanya juga ada. Jadi lucu kalau klien kami yang dituntut. Kami tidak mau ini akan jadi preseden, karena saya juga orang film,” kata HRM Bagiono, Pengacara Falcon dan Max Pictures.

Menanggapi wacana damai yang disampaikan Falcon dan Max Pictures, Syamsul Fuad dan Pengacara bergeming. “Biar aja nanti hakim yang memutuskan. Kalau ada keinginan berdamai, biar disampaikan di persidangan” kata Pengacara Syamsul Fuad, Bakhtiar Yusuf, SH.

“Dulu sampe dua kali saya hubungin enggak pernah dijawab. Bahkan pengacara saya juga didiemin. Sekaran udah terlanjur, biar kita selesaikan di pengadilan ajalah,” timpal Syamsul, ketika ditemui di Pengadilan Niaga, Kamis (19/4).

Share This: