Fashion Show di Tengah Halal Bihalal Raja-raja Nusantara

Disainer tenun dan songket Anna Mariana ditemani para model busana rancangannya, menerima bunga dari Pengurus FKSN. (HW)
_

Lebih dari 100 raja raja dari seluruh Nusantara, Senin (24/6/2019) datang ke Hotel Sultan, Jakarta untuk menghadiri halal bilahal sekaligus mengikuti seminar bertajuk “Pemajuan Kebudayaan Berbasis Keraton” yang diseleggarakan sehari penuh pada 25 September 2019. Acara diadakan oleh Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN).

Seorang Sultan bernyanyi bersama penyanyi Yuni Shara. (HW)

Acara berlangsung meriah. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars FKSN, Ketua Umum dan Dewan Pengurus FKSN 2017 – 2020 Sultan Kasepuhan Cirebon Arief Natadiningrat menyampai pidato, yang isinya antara lain mengatakan bahwa raja-raja Nusantara mengakui pemerintahan yang sah di Indonesia, dan menghormati sistem dan proses demokrasi yang dijalankan.

Dalam acara ini juga diadakan fashion show busana Nusantara rancangan Anna Mariana dan penampilan penyanyi Yuni Shara.

“Kami dari FKSN menyatakan setia kepada Indonesia dan mengakui pemerintah yang terpilih,” kata Arief.

Dalam acara ini, Ketua Pelaksana Acara sekaligus Dewan Pakar Budaya FSKN, Anna Mariana, memberikan persembahan kepada FSKN. “Saya memberikan hadiah berupa lagu Mars, yang saya ciptakan khusus bersama musisi Tengku Rio. Selama berdiri, FSKN belum pernah mempunyai lagu Mars!”

Menurut Anna, ia selalu ingin memberikan yang terbaik kepada FSKN. “Saya berharap, kehadiran saya sebagai Dewan Pakar Budaya di FSKN, bisa benar-benar memberikan kontribusi yang bermanfaat dalam segala hal yang bertujuan untuk pemajuan budaya dan pariwisata di seluruh Keraton Nusantara!

Imam Besar Masjid Istuqlal Nasarudin Umar dalam tausyiahnya mengatakan, raja-raja se Nusantara telah menerima agama Islam, sebagai bukti bahwa Islam adalah agama yang bisa diterima di Nusantara.

Nasaruddin Umar juga menyatakan Islam tidak bisa bertentangan demokrasi.

Ia juga meminta agar masyarakat menghormati raja-raja dan sultan di Indonesia yang telah menperkenalkan kita dengan  laut dan sungai.

“Jadi kalau ada raja atau sultan berdialog dengan laut, dengan sungai, jangan disebut musryik. Itu cara memperkenalkan laut. Jangan sebut mereka menyembah bintang, karena bintang memperkenalkan hujan,” kata Nasaruddin Umar.

Kita neniliki bhibeka tunggak ika, kita harus bersatu.

Share This: