Ferry Mursyidan Baldan: Kandangnya Akan Kita Pindahin!

Ferry Mursidan Baldan (Foto-foto: HW)
_

Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabinet Kerja, Ferry Mursyidan Baldan, menghadiri acara syukuran film Chrisye di Rollingstone Cafe, Jakarta, Rabu (1/2). Ferry merupakan penggemar fanatik almarhum Chrisye. Itulah sebabnya ia diundang oleh isteri almarhum untuk menghadiri acara selamatan film Chrisye. Usai acara, Ferry Mursyidan Baldan sempat berbincang-bincang dengan balaikita dan beberapa wartawan lain. Selain seputar rencana pembuatan film Chrisye, persiapan membuat acara untuk memperingati kematian Chisye, dan pembuatan Crisye’s Corner, semacam musium tempat penyimpanan memorabilia Chrisye, disinggung juga sedikit mengenai langkah politiknya belakangan ini. Berikut wawancaranya.

Saya lihat baliho foto Abang ada di beberapa titik di Bandung, apa maksudnya pemasangan baliho itu?     Ya enggaklah biasa aja. Kalau orang mempersepsinya dengan alam pikiran kaya marketing, pasti orang mikirnya lebih jauh tuh. Kalau saya kan sederhana aja, saya pasang itu di tempat yang secara umum konstituen saya bisa lihat. Sejak tahun 1997 saya mewakili mereka di Bandung. Kalau saya tampil di baliho ya menyapa aja. Ada tujuan kembali…

Cara menyapanya unik?   Bukan. Justru kalau saya mau melakukan hal-hal yang tidak umum. Orang bilang ngapain coba ketika memasang itu kan harusnya banyak kata-katanya, ini kan tanpa kata-kata, hanya foto saja.

Abang kok pede banget tidak pakai nama atau tulisan?  Bukan pede. Ini soal kesadaran saya menyapa masyarakat di daerah pemilihan saya. Tiga titik saya pasang: di Wastukencana, kota tempat perlintasan, di Ahmad Yani perapatan sama di Kopo. Kopo itu basis politik saya…

Ada kaitannya dengan Pemilu tahun 2019?    Kalau mau disebut persiapan, saya pasang aja. Penafsiran terserah aja…Jadi sebetulnya orang mau masang baliho harus dilihat secara fisik kita hadir. Jangan kita masang baliho, ujug-ujug di tempat yang orang tidak kenal kita. Orang akan betanya, ini mau apa sih?         Kalau saya mengistilahkannya, orang masang baliho itu harus operasi darat dulu. Saya kan dari 97 kan berkiprah mewakili masyarakat Jawa Barat di DPR sampai 2009 sehingga orang banyak kenal. Apalagi yang di Kopo. Yang menarik sederhana aja, ada orang mau foto di bawah billboard saya. Macam-macamlah komentarnya. Jadi melalui baliho itu saya mau menyapa aja…menyapa konstituean.

Jadi konsituen dirawat terus ya?   Oh iya. Saya juga kan kalau ke Bandung suka ke tempat-tempat keramaian…

Berapa lama akan pasang baliho itu?   Sebetulnya sudah habis. Tapi karena pemilik billboard enggan menurunkan. Katanya karena bilboard itu enggak ada yang pakai, ya pakai aja dah. Ini ukurannya bukan ukuran harga, tapi ukuran teman. Kalau dicopot kan jadi kosong, pemandangannya enggak bagus. Kalau dipasang itu kan ada bagusnya kata orang…

Itu enggak bayar pajak?   Yang bayar pajak yang punya dong. Dia kan udah beli…

Soal pertemuan Abang dengan Pak JK dan Soedirman Said cukup ramai juga. Ada apa tuh?        Ah itu kan cuma silaturahmi…kan kalau saya secara pribadi sering, suka Jum’atan bareng, ada acara apa. Pas lagi Jum’atan di Merdeka Selatan ya kita ketemu. Diajak makan di kantin…ya udah kita makan. Kalau soal ngobrol ya ngobrol. Kan habis itu ada pertemuan di ruangan dia…Apa omongannya, enggak boleh dibuka di sini. Pokoknya banyak yang diomongin, santai…

Apa diajak “pulang kandang” oleh Pak JK?    Orang bilang banyak yang pulang kandang, kalau gua berpikir lain, kita bukan pulang kandang, atau bikin kandang baru, tapi kandangnya aja kita pindahin! Ha..ha..ha…

Drs. Ferry Mursyidan Baldan lahir di Jakarta, 16 Juni 1961 umur 55 tahun) adalah Mantan Menteri Agraria / Kepala Badan Pertanahan Nasional  yang menjabat dari 27 Oktober 2014 hingga 27 Juli 2016 pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Sebelumnya ia adalah anggota Komisi II DPR RI untuk periode 2004-2009,  sekaligus Ketua Pansus Rancangan Undang-Undang Pemilu.

 

Share This: