Film “13 The Haunted”: Terperangkap di Rumah Hantu.

_

Genre horor belum habis. Penonton masih tetap menerima formula apa pun yang ditawarkan oleh produser selalu dilalap penonton. Terbukti hasil perolehan penonton genre horor tetap bagus.

Sangat masuk akal jika seorang Rudy Sudjarwo pun akhirnya kepincut untuk membuat film bergenre horor. Kebetulan ia mendapatkan produser yang rada royal, Raffi Ahmad, dalam membelanjakan uangnya, sehingga konsep yang diinginkan Rudy bisa tercapai. 

13 The Haunted merupakan sebuah film yang tidak sekedar menakut-nakuti penonton. Ada sesuatu yang ingin diberikan kepada penonton, yakni kemasan yang mewah, indah dan menyejukkan mata. Maka di film ini hadirlah anak-anak muda perkotaan yang sedap dipandang mata; yach mewah yang membelah laut biru; dan sebuah rumah mewah artistik.

Petualangan anak-anak muda kepo, pulau terpencil nan misterius memang bukan hal baru dalam cerita film, baik di Indonesia maupun Hollywood – tempat para produser dan sutradara Indonesia berkiblat. Sudah banyak film yang mengangkat unsur-unsur tersebut. Rudy Soedjarwo kembali mengulangi. Yang membadakan adalah alur cerita dan kemasan yang diberikan.

Misterius.

Film ini bercerita tentang Rama, Celsi, Garin, Fira, Farel, Quincy dan Hana adalah sekelompok sahabat  yang membutuh tantangan selain hanya liburan dan pesta. Mereka mempunyai musuh yaitu Joy dan Klara yang lagi hits dengan vlog mereka yang dinamakan The Jackal. The jackal beken mengalahkan pamor mereka yang selalu menceritakan keberadaan hantu, yang notabene sangat dicibir oleh ketujuh sahabat ini. Terutama pasangan farel dan quincy. Garin pun mengusulkan untuk membuat vlog berjudul short horor reality show. 

Tanpa sengaja quincy dan hana mendengar The Jackal membicarakan sebuah pulau kecil yang dulunya resort mewah namun sekarang terbengkalai. Pulau Ayunan yang terkenal keindahannya nggak jauh jika menyeberang dengan kapal dari Jakarta. Quincy dan hana langsung membawa ide ini ke teman-teman yang lain.

Mereka pun berangkat ke pulau Ayunan. Sesampainya di sana mereka terkejut karena resort Ayunan tidak seperti yang mereka bayangkan dan googling sebelumnya. Resort ini ternyata indah, mewah dan nyaman.

Mereka disambut manager resort Pak Fandi yang sangat ramah, resepsionis cantik Stella , Jaka pegawai yang bisu, chef resto resort yang masakannya sangat lezat bernama chef Papang. Namun kejadian misterius dimulai, saat munculnya Darsih gadis muda yang tugasnya membersihkan villa.

Darsih yang pucat selalu bersikap misterius dan menyembunyikan sesuatu. Dan dari Jaka, anak-anak itu melihat sebuah potongan kliping koran setahun yang lalu tentang Ranti, anak kecil perempuan yang hilang. Kejadian seram dan misterius semakin sering mereka temui, hingga hilangnya Fira. Bersamaan dengan hilangnya Fira, Darsih pun menghilang.

Diluar dugaan mereka, Joy menghubungi Rama. Joy mengatakan pulau itu adalah pulau kutukan karena ada 13 nyawa yang pernah dibantai di situ. Ramapun teringat saat mereka berangkat naik kapal nomer 13, jam 13 siang, tanggal 13 check in di resort bahkan vila mereka nomer 13.

Mencekam.

Film ini awalnya terkesan lambat, karena Rudy terlalu banyak menyampaikan informasi awal (planting information) sebelum memasuki inti cerita. Rudy nampaknya ingin penonton memahami lebih jelas latar belakang persoalan yang dihadapi ketuhuh anak muda itu di Pulau Ayunan.

Rudy Soedjarwo membangun suasana sedikit demi sedikit. Dimulai dari penampilan beberapa personil aneh di villa yang ditempati oleh ketujuh anak muda itu, seperti Darsih yang berwajah dingin, Jaka (Fauzi Baadilah), pelayan lelaki yang bisu; Stella (Tia Ivanka) yang ramah tapi misterius dan tokoh-tokoh lain dalam  ailla itu. Belum lagi suasana villa yang besar tapi terkesan seram. Satu-satunya tempat yang mampu menghadirkan suasana ceria adalah kolam renang.

Setelah menghadirkan sekian banyak informasi awal mengenai elemen-elemen pendukung itu, mulailah Rudy mengupas isi cerita sedikit demi sedikit. Dimulai dari bergesernya handuk yang ditaruh oleh Quincy (Steffy Zamora) di meja di tepi kolam renang ke ayunan; Darsih yang menghalangi langkah Quincy, Celsi dan Hana di dalam rumah; hingga kemudian terbukalah kedok semua penghuni villa tua itu setelah Garin (Endy Alvian) secara tidak sengaja tidak melihat sosok jurumasak (Chef Juna) di cermin.

Garin lalu memberitahu teman-temannya yang mengingatkan mereka tentang cara melihat hantu. Beberapa temannya mempraktekkan, antara lain dengan berjalan mundur sambil menunjuk ke tanah; mengerdipkan mata tiga kali dan lain sebagainya. Dengan cara-cara itu barulah mereka melihat bahwa penghuni villa yang sebenarnya adalah mahluk-mahluk halus menyeramkan. Mereka adalah korban pembunuhan beberapa tahun lalu. Jumlahnya ada 13.

Angka 13 yang selama ini dipercaya sebagai angka sial, dipakai oleh Rudy untuk memperkuat kesan mencekam dalam filmnya. Apa yang terjadi dalam film ada kaitnnya dengan angka 13. Joy mengatakan pulau itu adalah pulau kutukan karena ada 13 nyawa yang pernah dibantai di situ. Ramapun teringat saat mereka berangkat naik kapal nomer 13, jam 13 siang, tanggal 13 check in di resort bahkan vila mereka nomer 13.

Setelah “membongkar” wajah asli para penghuni villa, tekanan keseruan semakin kuat. Mulailah persoalan sebenarnya menimpa kawanan anak muda tersebut. Teror demi teror dialami oleh mereka. Fira (Mumu Gomez), hilang di dalam kolam renang setelah dia bertemu dengan hantu anak kecil yang dibunuh setahun lalu. Hana diseret ke sebuah kamar kosong oleh hantu jahat villa tersebut, dan tidak bisa diselamatkan kawan-kawannya.

Mengetahui keadaan semakin gawat dan mengancam keselamatan mereka, beberapa kawanan yang tersisa akhirnya melarikan diri dari villa dengan susah payah.

Film ini akan beredar di bioskop mulai 26 Juli 2018 ini.

Share This: