Film “Aib #Cyberbully” Balas Dendam Hantu Milenial

_

Akhir-akhir ini kita sering mendengar kata bully. Bully adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris. Bullying atau membully adalah perkataan / perbuatan terus-menerus oleh seseorang atau kelompok kepada orang lain.

Definisi bully cukup banyak. Yang pertama, pengertian bully adalah mengatakan hal yang tak menyenangkan ataupun memanggil seseorang dengan julukan yang buruk; pengertian berikutnya membuly berarti mengabaikan atau mengucilkan seseorang dari suatu kelompok karena sebuah tujuan.

Tindakan kasar seperti memukul, menendang, menjegal atau menyakiti orang lain secara fisik; juga termasuk kategori membully. Dan terakhir yang termasuk perbuatan membully adalah: mengatakan kebohongan atau rumor yang tidak benar mengenai seseorang atau membuat orang lain tidak menyukai seseorang dan hal-hal semacamnya.

Kosa kata Indonesia untuk membully adalah “perudungan”, yang artinya suatu perlakuan yang mengganggu, mengusik terus-menerus dan juga menyusahkan.

Namun kata perundungan tidak populer karena jarang digunakan. Masyarakat lebih menyukai kata bully.

Film berjudul AIB #Cyberbully  produksi Surya Film, mengangkat fenomena bully, yang berujung pada jatuhnya korban. Pelajar bernama Bianca (Caca) bunuh diri dengan melompat dari lantai dua sekolah, ke halaman yang keras.

Caca melakukan perbuatan nekad itu karena tak kuat menanggung malu, setelah kisah hidupnya yang kelam dimuat di website sekolah oleh teman-temannya. Caca merupakan korban perudungan seks dari ayah kandungnya sendiri.

Arwah Caca tak tenang di dalam baka. Ia menteror teman-teman sekolahnya yang telah bersekongkol membuka aibnya di website sekolah, dan membuka aib mereka satu persatu sehingga satu sama lain — ketujuh teman sekolahnya yang berkomplot — terlibat konflik di antara mereka, karena aib mereka yang diperlihatkan oleh arwah Caca maupun teman mereka atas tekanan arwah Caca, menyagkut hubungan mereka.

AIB #Cyberbully adalah film bergenre thriller / horor yang disutradari oleh Amar mukhi. Amar adalah seorang sutradara sekaligus produser baru yang sebelumnya berbisnis batubara.

AIB #Cyberbully dibintangi oleh Damita Romauli Argoebie, Yuniza Icha, Shoumaya Tazkiyyah, Harris Illano Vriza, Mikey Lie, Wendy Afiana Wilson, Baron Yusuf Siregar, dan Adeayu Sudrajat. Film ini direncanakan tayang pada akhir Juli 2018 di Bioskop.

Entah film bergenre horor keberapa besutan Amar Mukhi ini dalam produksi film Indonesia. Yang jelas genre horor kini menjadi mayoritas dalam perfilman Indonesia. Kreativitas sineas dalam membuat cerita horor seakan tak pernah habis. Belum lagi film-film lama yang dibuat ulang (remake).

Amar Mukhi nampaknya sadar akan hal itu, sehingga ia tidak mau terjebak membuat film horor yang memanfaatkan hantu-hantu “tradisional” seperti kuntilanak, pocong, wewe gombel, hantu-hantu di rumah tua, atau yang menggunakan medium seperti boneka, jailangkung dan lain sebagainya.

Yang tidak berusaha menakut-nakuti penonton dengan konsep usang tersebut. Ia masuk dalam dunia modern, kehidupan anak-anak milenial yang terbiasa dengan perangkat modern seperti laptop, media sosial, dan set-set modern yang eyecatching, enak dilihat.

Lihatlah bagaimana para tokoh yang umumnya anak milenial itu yang hidup di apartemen, rumah mewah, tempat kos, atau kamar-kamar pribadi yang memiliki disain interior modern dan dilengkapi perangkat elektronik canggih. Tidak sedikit pun muncul gambaran rumah tua besar yang secara psikologis sangat menekan.

Ternyata set-set kekinian itu juga bisa melahirkan situasi horor yang mencekam. Sang hantu, arwah penasaran Bianca, adalah jenis hantu milenial yang paham komputer dan media sosial. Medium itulah yang digunakan Amar Mukhi untuk menciptakan horor.

Hantu Bianca berkomunikasi dengan 8 sahabatnya yang pernah membully melalui facebook. Suatu malam ketika Sarah sedang melalukan video call dengan kekasihnya Anthony yang seorang taruna akpol, Caca masuk. Sarah menduga ada hacker yang melakukannya karena Bianca (Caca) sudah mati.

Sarah sudah meminta sang “hacker” untuk ke luar, tapi tetap bandel. Sarah kemudian memblock akun Bianca, bahkan menghapusnya dari facebook, ternyata Bianca tetap nongol. Malam itu Sarah bahkan melihat penampakan hantu Bianca di kamar kos Anthony melalui layar komputernya ketika mereka chating melalui video callnya.

Belakangan hantu Bianca memaksa Sarah untuk melakukan  group video call, sehingga teman-temannya yang lain – Angel, Donna, Siska, kekasihnya Antoni, Bondan dan Cupi — melakukan video call bersama.

Hantu Bianca lalu meminta mereka mengakui siapa yang meposting berita pemerkosaan Bianca oleh ayah kandungnya di dalm website sekolah. Karena tak ada satu pun yang mengaku — mereka malah memaki-mali Caca yang dianggapnya seorang hacker — hantu Caca lalu membuat permainan dengan batas waktu yang pendek. Siapa yang tidak bisa menjawab, aibnya akan terbuka di facebook.

Akhirnya satu persatu secara terpaksa atas tekanan arwah Caca, mereka membuka aib teman-teman sendiri di facebook, sehingga bisa disaksikan oleh teman yang lain.

Dimulai dengan penayangan foto-foto Siska yang bermesraan dengan para lelaki dewasa, yang membuat Siska malu dan kedoknya sebagai wanita panggikan terbuka; kemudian adegan-adegan dewasa lainnya dari salah satu di antara mereka yang diunggap temannya, dan teman yang satu membuka aib yang lain, hingga semuanya terbukti memiliki aib yang memalukan.

Bahkan Sarah dan Antoni yang menjadi kekasih dan memanggil sayang kepada kekasihnya, ternyata pernah berbuat tidak senonoh dengan temannya. Sarah pernah berhubungan seks dengan Bondan; Anthony pernah menghamili Siska; Bondan yang penuh Tato ternyata biseks dan sebagainya. Bahkan aib orangtua mereka satu persatu dibeberkan di laman facebook, sehingga mereka terlibat pertengkaran hebat satu sama lain di facebook. Tidak berhenti sampai di situ, hantu Bianca lalu menghabisi mereka satu persatu.

Hantu milenial

Apa yang diangkat oleh Ammar Mukri dalam Aib #Cyberbully merupakan sebuah tema baru yang gres. Ammar tidak terjebak dalam pembuatan film horor yang menakuti penonton dengan gambar-gambar gelap, set rumah dan perabotan tua, kuburan atau hantu-hantu yang sudah begitu dikenal masyarakat penonton.

Tokoh-tokoh dalam film ini adalah anak-anak masa kini yang berpenampilan klimis, anak-anak milenial yang akrab dengan gadget dan media sosial. Lingkungan sosial mereka pun kalangan menengah atas. Set-set dalam film ini penuh warna menarik, tidak ada set gelap yang mencekam. Di tempat-tempat seperti itulah – di kamar tidur sahabat-sahabatnya – hantu Caca hadir.

Sosok hantu Caca pun tidak terlalu seram! hanya sosok perempuan dengan baju putih yang biasa dikenakan untuk jasad manusia – muslim – menjelang pemakaman. Hantu Caca hanya diberi warna hitam di bagian matanya.

Dengan medium perangkat komputer dan media sosial itulah Ammar menghadirkan thriller dan horor mencekam. Penonton dibawa hanyut dalam konflik yang tergambar di layar komputer, walau pun ada scene-scene yang menggambarkan peristiwa mengerikan pada ke-8 anak muda itu menjelang ajalnya, seperti Siska yang mati terbakar di kamarnya, Donna yang terpeleset di kamar mandi, hingga kematian melalui proses mengerikan dengan pisau yang dialami Antoni.

Meskipun tanpa set-set dan artistik menyeramkan, film ini berhasil menggambarkan suasana mencekam yang terus memberi keteganan kepada penonton. Sejak hantu Caca masuk, sampai film berakhir, keteganan terus terjadi. Ammar Mukhi berhasil menjaga tempo adegan sehingga penonton tetap bertahan memelototi scene demi scene yang ditampilkan.

Sejak awal Ammar tidak memerlukan waktu terlalu lama untuk membetot perhatian penonton. Melalui informasi awal pada tokohnya, disusul dengan kematian Caca yang melompat dari lantai 2 bangunan sekolah hingga suasana pemakamannya, cukup menarik.

Cuma penggambaran scene pemakaman sangat kebarat-baratan. Suasana pemakaman yang sepi, para pengantar jenazah yang mengenakan pakaian dan kacamata hitam, mirip dengan adegan dalam film barat.

Kemudian adegan percakapan antara Sarah dan Antoni melalui video call terasa menjemukan adalah panjangnya . Meski pun disisipi dengan dialog-dialog nakal, tetapi percakapan antarkekasih ini terlalu lama, karena isi dialognya yang kosong. Namun Ammar berhasil mengeksplorasi para pemain yang umumnya wajah-wajah baru, untuk memperlihatkan totalitas akting mereka.

Keputusan Ammar mengangkat tema baru dalam genre thriller / horor ini patut diapresiasi. Film ini makin melengkapi genre horor film Indonesia dan membuka cakrawala baru bahwa membuat film horor tidak melulu harus berputar-putar di seputar hantu tradisional dan rumah-rumah menyeramkan.

Kisah tentang bullying sendiri bukan tema baru yang diangkat ke dalam film. Sutradara Larry Clark dari Hollywood pada tahun 2001 membuat film dengan tema bullying yang berjudul Bully.

Film yang dibintangi okeh Brad Renfro, Bijou Phillips, Rachel Miner, Michael Pitt, Leo Fitzpatrick, Daniel Franzese, Kelli Garner, and Nick Stahl ini mengisahkan persahabatan yang diwarnai dengan narkoba, pergaulan bebas, kemudian saling membuka aib dan membully yang berujung pada pembunuhan. Cerita film ini didasari pada kisah pembunuhan seorang pemuda bernama Bobby Kent tahun 1993 yang kemudian ditulis dalam sebuah buku berjudul A True Story of High School Revenge karya Jim Schutze.

Tahun 2015 sutradara Charles Biname membuat sebuah serial untuk TV ABC sebuah film berjudul Cyberbully. Film yang dibintangi oleh Emily Osment, Kay Panabaker dan Kelly Rowan ini mengangkat kasus bulliyng melalui gadget dan penggunaan internet.

Tema film inilah yang mempengaruhi film Aib #Cyberbully. Bedanya dalam versi Indonesia, cerita masuk dalam bentuk horor dengan hadirnya sosok hantu. Bisa dimaklumi, genre ini merupakan dagangan yang laris saat ini.

Pesan penting.

Bullying merupakan fenomena yang sudah terjadi sejak jaman dahulu, tetapi semakin meningkat dan menimbulkan banyak korban sejak adanya media sosial.

Seorang gadis SMA bunuh diri karena tak tahan di-bully usai mengaku dirinya adalah biseksual. TribunWow.com melansir dari Viral4real, setelah mengaku biseksual, orang-orang mulai memberikan kritik pedas lewat media sosial.

Selain itu banyak kasus-kasus bullying lainnya yang menimbulkan korban kematian di berbagai daerah. Umumnya pelaku dan korban adalah anak-anak muda. Oleh karena itu, pesan dalam film ini cukup mengena, stop bullying, hentikan membully orang lain dengan alasan apa pun. Apalagi melalui media sosial yang jangkauannya sangat luas.

Dampak psikologis bagi korban sangat berat. Banyak yang mengakhiri hidupnya karena tak tahan menanggung malu setelah aibya dibuka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share This: