Film “Aqidah Cinta”: Cinta Tak Perlu Diumbar

Aktor Gerry Iskak dan Talitha Salsabila, dua pemain "Aqidah Cinta".
_

Memiliki ketertarikan dengan lawan jenis, dan berharap rasa yang ada di dalam hatinya mendapat sambutan serupa, merupakan hal biasa dalam kehidupan anak-anak muda. Itulah yang disebut cinta.

Tetapi antara cinta dan nafsu seringkali hanya dipisahkan oleh batas tipis yang tak terlihat, yakni moral, etika dan pemahaman agama (aqidah). Celakanya banyak kaum muda yang mengekspresikan rasa cintanya secara berlebihan, sehingga nafsu lebih menguasai diri ketimbang cinta. 

“Aqidah Cinta” sebuah film remaja yang diproduksi oleh Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dewi Sartika dan SMA Global Islamic School, mencoba memberi pesan moral kepada kaum muda, bahwa cinta tak perlu diucapkan dan diekspresikan secara berlebihan. Anak-anak muda, khususnya umat muslim, harus berpegang pada aturan agama (aqidah) agar tidak terperosok dalam perbuatan-perbuatan berdosa atas nama cinta.

“Lumrah anak-anak muda itu jatuh cinta, tetapi kita memiliki aturan agama (aqidah). Nah itulah yang menjadi rambunya,” kata sutradara Ade Bilal Perdana.

Film ini berkisah tentang siswi pesantren, Fatimah yang terpaksa pindah ke sekolah SMA yang lebih bebas. Di sekolah baru, dia menemui kejadian-kejadian dan pergaulan yang dikhawatirkan dapat merusak akhlaknya. Fatimah adalah pelajar cerdas yang ditaksir oleh Bayu, playboy sekolah. Karena prestasinya, Fatimah dibully dan diperlakukan kasar oleh siswi yang cemburu.

“Aqidah Cinta” secara finansial didukung oleh sejumlah orangtua murid bersama rumah produksi Pasir Bintang Cinema milik produser Berry Suherman, dan Vivi Syafrida Husein.

Menurut Gilang yang merangkap line produser, sudah saatnya film karya SMK tampil. “SMK tidak hanya punya program, tapi mampu membuat film yang menghibur sesuai usia remaja,” lanjut Gilang.

Dalam hal biaya, “Aqidah Cinta” didukung sejumlah orangtua murid bersama rumah produksi Pasir Bintang Cinema milik produser Berry Suherman, dan Vivi Syafrida Husein.

“Ini produksi pertama kami, untuk memacu semangat para pelajar dalam berkarya. Semoga akan ada film-film berikutnya,” kata Vivi Syafrida.

Dukungan terhadap film “Aqidah Cinta” juga diberikan oleh Pusbangfilm dan Direktorat Pembinaan SMK Kemdikbud. “Kami menyambut baik dan mengapresiasi film karya pelajar SMK dan SMA ini, untuk menambah khasanah perfilman nasional,” kata Kepala Pusbangfilm Dr Maman Wijaya dalam testimoninya sebelum diawal film.

Istimewanya, seluruh kru dan pemain film adalah para pelajar dari kedua sekolah di Jakarta itu. “Kendala tentu ada di setiap produksi film, apalagi ini karya pertama pelajar. Tapi, alhamdulillah kami bisa lalui hal teknis di lapangan,” ujar sutradara Ade Bilal.

“Aqidah Cinta” didukung aktor Gary Iskak, Talitha Salsabila, Fadly Maulana Alviansyah, Naila Syarafina, Nur Kamila, Gilang Ade Nugroho, M Fadhil Umar, dan Alzena Raihana.

Selain itu, penulis skrip adalah Zul Fina, DOP dipegang M Aldila, dan Tunggul Raijdipa.

“Semoga film ini dapat menginspirasi pelajar sekolah lainnya di Indonesia untuk tidak ragu membuat film,” kata Gilang Garrialga Kepala Sekolah SMK Dewi Sartika, Jakarta saat pemutaran perdana (gala premiere) “Aqidah Cinta” di Studio XXI, Plaza Epicentrum, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Film ini mulai beredar di bioskop tanggal 19 Agustus mendatang. Sementara itu, Dewi perwakilan dari Cinema XXI mengaku belum mendapat kabar jumlah layar untuk film “Aqidah Cinta”. Namun produser memastikan film ini didukung penuh oleh XXI dan akan masuk melalui 25 “pintu”.

Share This: