Film “Chrisye” di Mata Ferry Mursyidan Baldan

Ferry Mursyidan Baldan (kiri) bersama Velove Vexia dan Vino G Bastian. (Foto: Dudut SP)
_

MNC Pictures tidak lama lagi akan merilis film “Chrisye” karya sutradara Rizal Manthovani, dengan pemeran utama Vino G. Bastian (sebagai Chrisye) dan Velove Vexia (sebagai Yanti Noor, istri Chrisye).
Film tersebut baru saja diputar khusus untuk undangan dan wartawan, dan kemudian melakukan promosi dengan mengadakan nonton bareng (nobar) di beberapa bioskop di Jakarta dan daerah.

Salah seorang yang cukup setia mengikuti perjalanan film tersebut sejak mulai digagas hingga memasuki tahap promosi adalah Ferry Mursyidan Baldan, politikus yang pernah menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional.

Sangat wajar bila politikus yang pernah bergabung di Partai Golkar dan Nasdem ini begitu intens mengikuti perjalanan film “Chrisye”, karena Ferry adalah penggemar fanatik sekaligus sahabat almarhum Chrisye.

Ferry bahkan mendirikan Komunitas Kangen Chrisye (K2C) sebuah komunitas penggemar Chrisye, dan berniat mendirikan Chrisye’s Corner, sebuah tempat untuk menyimpan memorabilia Chrisye.

Lalu apa kata Ferry tentang film Chrisye?

“Saya benar-benar melihat sosok Chrisye dalam tokoh yang diperankan Vino Bastian. Secara fisik memang tidak terlalu sama persis ya, tetapi dari gesture dan dialog yang diucapkan Vino, sangat mirip dengan almarhum,” kata Ferry usai nobar di Bioskop Metropole Jakarta, Jum’at (2/12/2017) sore.

Ferry melihat Vino cukup berhasil memerankan Chrisye. Begitu pula dengan Velove Vexia. “Chrisye itu orang yang introvert. Dia jarang mengungkapkan persoalan pribadinya kepada orang lain. Tapi waktu ayahnya meninggal, dia minta saya menemani untuk menerima tamu. Sejak itulah saya dekat dengan Chrisye,” tutur Ferry.

Secara tematik, Ferry melihat ada empat persoalan yang diangkat dalam film ini terkait kehidupan Chrisye. Yang pertama tentang hubungan Chrisye dengan keluarga, kedua hubungan Chrisye dengan sahabat, hubungan Chrisye dengan lingkungan sosial, yang terakhir hubungan Chrisye dengan Tuhannya.

Film ini sendiri menggambarkan kisah perjalanan Chrisye di dunia musik, sejak awal ia bergabung dengan Gipsy Band yang sempat bermain di restoran Ramayana milik Pertamina di New York.

Ayahnya tidak setuju Chrisye terjun ke dunia musik, karena di Indonesia, menurutnya, orang tidak menghargai pemusik. Sampai akhirnya sang ayah bermimpi bertemu dengan sosok misterius yang mengatakan bahwa Chrisye memang anaknya, tetapi milik sosok misterus tersebut. Sejak itu sang ayah mengijinkan Chrisye bermusik.

Babak berikutnya adalah tantangan dari Radio Prambors agar Chrsye menyanyi solo membawakan lagu “Lilin Lilin Kecil” karya James F. Sundah yang baru saja memenangkan Lomba Cipta Lagu di Radio Prambors.

Chrisye sempat ragu, karena ia adalah seorang personil band, basist di Gipsy Band. Setelah diyakinkan oleh Sys Ns, penyiar Prambors dan pemilik Prambors, Chrisye setuju.

Ternyata lagu karya James F Sundah itu mendapat sambutan baik. Sejak itu Chrisye menjadi seorang penyanyi solo, dan mulai berhubungan dengan dunia rekaman.

Kemudian Chrisye berkenalan dengan Yanti Noor, penggemarnya yang belakangan ditemui di kantor manajemen Guruh Soekarnoputra, sahabat Chrisye. Dari perkenalan itulah Chrisye tertarik dengan Islam dan menjadi mualaf, dan mengganti namanya menjadi Chrismansyah Rahadi. Keduanya lalu menikah.

Chrisye sempat bimbang menjalani profesinya di dunia musik. Terutama setelah menikah, ia masih tinggal di rumah mertua, sampai kemudian albumnya meledak, dan ia menempati rumah baru. Kehidupannya secara ekonomi berubah.

Sayang kebiasaannya merokok menggerogoti kesehatannya. Chrisye terserang sakit kanker paru, hingga meninggal dunia di usia 57 tahun, pada 30 Maret 2007.

Chrisye merupakan seorang penyanyi dengan suara khas. Sepanjang kariernya ia telah banyak melahirkan hit. Selain “Lilin Lilin Kecil” lagu lainnya yang cukup populer adalah “Anak Jalanan”, “Sabda Alam”, “Badai Pasti Berlalu”, “Merpati Putih”, “Hip Hip Hura”, “Pergilah Kasih” dan lain-lain.

Namun dalam film “Chrisye” banyak lagu fenomenal Chrisye yang tidak muncul. Selain film ini merupakan sebuah drama yang menampilkan Chrisye dari sudut pandang Yanti sang isteri, ada beberapa lagu yang pernah bermasalah terkait hak cipta.

“Sebagai penggemar tentunya saya ingin agar banyak lagu-lagu yang ditampilkan. Tetapi karena terkait durasi dan hal lain yang saya tidak tahu, hanya itulah yang bisa kita lihat dan kita dengar. Tetapi secara keseluruhan saya puas melihat film ini,” kata Ferry Mursyidan Baldan.

Share This: