Film “Dilan” Dibajak di Malaysia

_

Film Indonesia tersukses tahun 2018, Dilan 1990 direcoki oleh tangan-tangan jahat di Malaysia. Ketika film tersebut tengah beredar di bioskop-bioskop Malaysia, bajakan filmnya yang utuh sudah beredar di facebook.

Hal itu diungkapkan oleh produser film Dilan 1990 Oddy Mulya Hidayat kepada balaikita bersama wartawan tabloidkabarfilm.com dan posfilm.com, di Epicentrum Kuningan, Jakarta, Minggu, (31/3/2018) malam.

“Kita belum tahu sumbernya dari mana, tapi di facebook sudah muncul, utuh, dan gambarnya klir. Pemilik bioskop di Malaysia sampai protes ke saya, karena itu mengganggu penjualan tiket mereka,” kata Ody yang baru kembali dari Malaysia.

Film Dilan 1990 mulai beredar di jaringan bioskop Malaysia sejak tanggal 28 Maret 2018. Film diputar di Malaysia atas permintaan distributor setempat. Dilan mendapat 45 layar di seluruh dunia.

Dilan 1990 yang dibintangi oleh Iqbal Ramadhan dan Vanessa Prescilla, merupakan film tersukses di kwartal pertama tahun 2018 ini di Indonesia. Film ini meraup 6,3 juta penonton.

Kasus Biang Kerok.

Ody yang baru datang untuk menghadiri preview film produksinya terbaru, Arini, Masih Ada Kereta Api Yang Lewat, juga menyinggung tentang kasus gugatan cerita film Benyamin Biang Kerok yang kini sedang bergulir di PN Jakarta Pusat.

“Saya dan PT Falcon pada prinsipnya ingin bermusyawarah. Kami tunggu niat baik Pak Syamsul Fuad dan pengacaranya, sampai hari Senin besok. Kalau mereka tidak mau ya kita berhadapan aja di pengadilan, dan kita juga akan gugat balik,” katanya.

Ody kembali menegaskan bahwa dirinya ingin memberikan uang kepada penulis cerita film  Benyamin Biang Kerok tahun 1972 Syamsul Fuad, sebagai rasa hormat kepada orang tua, bukan pembayaran royalti.

“Saya hormati dia sebagai orangtua. Makanya saya mau kasih. Enggak ada itu yang namanya hak cipta, kita udah beli kok filmnya melalui Beno Benyamin,” tegas Ody.

Seperti diberitakan, penulis cerita asli film Benyamin Biang Kerok tahun 1972 Syamsul Fuad, menuntut produser film Benyamin Biang Kerok versi baru, Ody Mulya Hidayat dan PT Falcon ke pengadilan karena dinilai mengabaikan hak cipta yang dibuatnya. Sedangkan Ody mengaku sudah berusaha memberikan uang sebesar Rp.25 juta ketika dipertemukan di kantor koran  Pos Kota, pada Desember 2017 lalu.

“Waktu itu saya akan kasih 15 juta, sisanya saya mintain sama Beno Benyamin. Saya bilang uangnya mau ditransfer atau mau diantar, tapi jawabannya tunggu, tunggu aja, sampai akhirnya menggugat ke pengadilan. Ya udah kalau tidak mau damai, kita hadapin aja!” tandas Ody.

Share This: