Film “Get Lost”: Horor di Benteng Pendem.

_

Empat orang pelajar: Ringgo,  Nadia, Vina, Anton, dan Bombom bolos sekolah dan pergi tanpa tujuan. Untuk menghindari razia polisi di jalan raya, mereka membawa mobilnya masuk ke jalan tikus. Ternyata mereka kesasar hingga sampai ke sebuah bangunan kuno. Karena hari sudah malam, dan mobil mereka mogok, mereka memutuskan bermalam di bangunan kuno itu.

Bangunan yang mereka tempati adalah Benteng Pendem, sebuah benteng peninggalan Belanda yang misterius. Sepanjang malam mereka berada di benteng itu, banyak kejadian-kejadian aneh yang dialami, termasuk teror dari hantu penasaran yang bersemayam di benteng tersebut.

Kisah di atas merupakan sekelumit cerita dari film Get Lost produksi Multi Cahaya Dimensi dengan sutradara Chisca Doppert. Film ini dipertankan oleh Maxime Boutiere (Ringgo), Agatha Valerie (Nadia), Angelica Simperler (Vina), Aga Dirgantara (Anton) dan Indra Kharisma (Bombom).

Get Lost merupakan sebuah film drama horor yang menarik, karena mengangkat kisah yang dikaitkan dengan mitos dan sejarah Benteng Pendem. Benteng yang didirikan Belanda dan pernah diduduki Jepang itu disebut-sebut memiliki cerita menyeramkan, terutama ketika diduduki Jepang.

Di masa Perang Dunia II, Jepang yang memiliki ambisi untuk menguasai belahan bumi bagian Selatan, dikenal sangat kejam terhadap bangsa-bangsa yang dijajahnya. Di Benteng Pendem sendiri, menurut produser Get Lost, RM Bagiono, terjadi pembantaian masyarakat yang melawan Jepang, pemerkosaan terhadap wanita pribumi tanpa belas kasihan.

Bagian mitos itu diangkat dalam film ini di mana ada gambaran tentang prajurit-prajurit Jepang yang berbaris di dalam Benteng, sepasang kekasih yang dibantai karena tak mau memenuhi keinginan tentara Jepang. Arwah mereka lalu menjadi hantu yang meneror keempat sahabat yang tersesat di Benteng Pendem itu.

Dalam Jumpa Pers yang berlangsung di Lounge XXI Jakarta Theater, Senin (12/3/2018), para pemain yang terlibat dalam film itu mengaku merasakan hal-hal aneh ketika syuting berlangsung di Benteng Pendem. Hampir setiap pemain merasakan hal aneh, sehingga  mereka percaya Benteng Pendem memang memiliki sesuatu yang sulit dipercaya secara logika.

Film Get Lost mulai beredar di jaringan bioskop XXI mulai 15 Maret 2018 ini. Di tengah begitu banyaknya film bertema horor yang mengisi bioskop tanah air, Get Lost memiliki sesuatu yang berbeda. Paling tidak penonton akan diajak melihat ke Benteng Pendem, sebuah peninggalan sejarah yang sangat penting di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Pemilihan lokasi yang unik diharapkan akan menjadi pembeda Get Lost dengan film-film horor Indonesia lainnya. Karena selama ini banyak film horor yang hanya dibuat di dalam sebuah rumah, dengan adegan berputar-putar di satu tempat, dengan shot-shot padat yang menjemukan.

Sejarah Benteng Pendem

 

Salah satu sudut Benteng Pendem. (Foto: HW)

Benteng Pendem Cilacap (bahasa BelandaKustbatterij op de Landtong te Cilacap), adalah benteng peninggalanBelanda di pesisir pantai Teluk Penyu kabupaten CilacapJawa Tengah yang dibangun pada tahun 1861. Bangunan ini merupakan bekas markas pertahanan tentara Hindia Belanda yang dibangun di area seluas 6,5 hektare secara bertahap selama 18 tahun, dari tahun 1861 hingga 1879.

Benteng pendem sempat tertutup tanah pesisir pantai dan tidak terurus. Benteng ini kemudian ditemukan dan mulai digali pemerintah Cilacap tahun 1986. Saat ini, pemerintah Kabupaten Cilacap menjadikan benteng ini sebagai tempat wisata sejarah

Benteng Pendem dahulunya merupakan markas pertahanan tentara Belanda di CilacapJawa Tengah yang didesain oleh arsitek Belanda. Benteng ini difungsikan untuk menahan serangan yang datang dari arah laut bersama dengan Benteng Karang BolongBenteng Klingker, dan Benteng Cepiring.

Benteng Pendem digunakan hingga tahun 1942. Ketika perang melawan pasukan Jepang, benteng ini berhasil dikuasai Jepang. Tahun 1945, Jepang meninggalkan benteng ini karena kota Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh sekutu; sehingga benteng ini diambil alih oleh TNI Banteng Loreng Kesatuan Jawa Tengah. Dalam penguasaan TNI, benteng ini digunakan para pejuang kemerdekaan berlatih perang dan pendaratan laut.

Bangunan benteng pendem terdiri dari beberapa ruang yang masih kokoh hingga kini. Namun, sejak awal ditemukan, ruangan dalam benteng belum sepenuhnya diketahui.

Share This: