Film “Iqro My Universe” Mengajak Anak Indonesia Bermimpi Besar.

_

Setiap anak punya cita-cita, punya mimpi. Sebesar apakah mimpi anak Indonesia?

Dulu bila kita bertanya kepada anak-anak, akan jadi apa bila besar nanti? Kebanyakan menjadi ingin jadi dokter, pilot, kemudian jadi tentara atau polisi, dan dalam sepuluh tahun terakhir mulai ada yang berani mengatakan ingin jadi presiden. 

Betapa sempit mimpi anak-anak Indonesia, padahal begitu banyak profesi atau pekerjaan yang bisa dilakukan manusia di dunia ini.

Mimpi-mimpi besar seperti menjelajah antariksa atau memdarat di bulan sebagai astronot, sepertinya tak pernah melintas dalam pikiran anak-anak.

“Sekarang banyak anak muda yang kalau ditanya ingin jadi apa, mereka bilang ingin jadi youtuber. Masya Allah, padahal banyak sekali profesi hebat di dunia ini. Anak-anak bisa bermimpi apa saja, bahkan jadi pilot,” kata Iqbal Alfajri, sutradara film Iqro My Universe dalam acara peluncuran poster dan trailer di Jl. Darmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019). 

Sang sutradara mengatakan tujuan utamanya membuat film ini adalah menyadarkan generasi milenial untuk bermimpi sebesar dan setinggi apa pun.

“Film Iqro bermula dari sebuah mimpi, bagaimana kita bisa menyebarkan mimpi besar kepada generasi muda. Pasalnya, saat ini anak muda seperti kehilangan untuk bermimpi besar,” tambahnya.

Iqro – My Universe merupakan lanjutan (sequel) dari film pertamanya Iqro-Petualangan Meraih Bintang (2017) yang cukup sukses dalam peredaran.

Dalam sequelnya ini produser asih konsisten dengan tema yang mengedepankan ilmu pengetahuan dan mengangkat kebesaran Alquran.

Iqro-My Universe berkisah tentang impian Aqilla (Aisha Nurra Datau) menjadi seorang astronot. Ia akan mengikuti lomba video blog (vlog) yang membawanya terbang ke Inggris untuk berkunjung ke pusat penelitian luar angkasa.

Selain Aisha Nurra Datau, film ini juga dibintngi oleh aktris senior Maudy Koesnaedi dan aktor kawakan Cok Simbara. Soundtrack film dinyanyikan oleh Lana Nitibaskara dengan Penata Musik Dwiki Dharmawan. Sedangkan skenario ditulis oleh Aisyah Amira Nasution.

Eksekutif produser Iqro, Imam Choirul Basri mengatakan, proyek film anak yang telah digarap kurang lebih lima tahun terakhir ini merupakan bentuk upaya untuk menginspirasi anak-anak dan masyarakat di Indonesia. Ia pun menyebut, nantinya film ini akan tayang pada liburan sekolah, 11 Juli 2019.

“Film ini untuk kebaikan umat. Tidak hanya sekadar dakwah, karena penggarapan film ini berangkat dari pemikiran rasional. Jadi film ini tidak hanya kami tujukan untuk umat muslim saja, tetapi semua masyarakat Indonesia,” jelas Imam.

Film anak memiliki missi untuk mengajak anak-anak bermimpi besar, terutama dalam bidang teknologi. Misi itu merupakan obsesi sebagian besar orang Indonesia yang peduli dengan masa depan bangsa.

Bila melihat siapa saja yang berada di belakang pembuatan film ini, missi yang diusung bukanlah sekedar utopia belaka.

Para penyokong pembuatan film ini adalah para alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bergabung dalam Yayasan Pembina Masjid Salman ITB bersama Salman Film Academy dan didukung oleh Bumi Prasidhi Bi-Epsi dan Mitra Andalas Visual.

 

 

Share This: