Film “Jeritan Malam”: Ada Mahluk Tak Kasat Mata di Dunia Ini Selain Manusia

_

Genre horor seakan tak pernah lekang dalam perfilman nasional. Selalu saja ada tema-tema horor yang lahir untuk meramaikan perfiman Indonesia.

Kreativititas yang selalu lahir untuk memberikan konsep-konsep baru, membuat penonton tak pernah bosan menyaksikan film-film horor Indonesia, yang jumlahnya terus bertambah setiap hari.

Soraya Intercine Film, produser film kawakan yang sudah berkiprah di dunia perfilman Indonesia sejak tahun 80-an, melepas sebuah film horor terbarunya berjudul “Jeritan Malam”.  Diangkat dari buku karya Ade Prihatin yang viral di platform digital Kasak Kusuk (Kaskus), kemudian skenarionya ditulis oleh Ferry Lesmana dan Donny Dhirgantoro. Film arahan sutradara Rocky Soraya dengan pemeran Herjunot Ali, Cinta Laura Kiehl, Indra Brasco, Winky Wiryawan, Roy Marten, D’Ratu dan Fuad Idris ini akan beredar di bioskop mulai 12 Desember 2019.

Berbalut Misteri

Adalah Reza (Herjunot Ali), anak semata wayang yang sudah lulus kuliah, tetapi sulit mendapat kerja. Setelah menunggu sekian lama akhirnya dia diterima bekerja di sebuah perkebunan di Banyuwangi.

Meskipun dengan berat hati, kedua orangtuanya dan kekasihnya Wulan (Cinta Laura) melepas kepergian Reza, mengingat inilah pertama kali Reza diterima bekerja. Untuk berjaga-jaga, ayahnya memberikan sebuah jimat berupa pisau kujang mini, meski pun Reza sempa menolak karena ia tidak peracaya dengan hal-hal berbau takhyul.

Singkat cerita sampailah ia di mess perusahaan, sebuah rumah tua yang besar. Dikin (Fuad Idris) sempat menegur dan mengingatkan Reza akan jimat yang dibawanya, yang menurutnya bisa membuat “penghuni rumah” tersingung.

Reza menafikan peringatan yang diberikan Dikin. Dia malah balik mengingatkan agar tidak percaya dengan hal-hal bersifat gaib.

Ternyata peringatan Dikin benar. Sejak Reza berada di situ, keanehan yang selama ini telah dirasakan dan dialami oleh penghuni terdahulu seperti Indra (Winky Wiryawan) dan Minto (Indra Brasco), makin menjadi-jadi.

Tidak hanya berhadapan dengan mahluk-mahluk halus yang menerornya, Reza bahkan masuk ke dalam dunia gaib itu sendiri, di mana ia akhirnya harus mengadakan perjanjanjian dengan setan, yang membuat karirnya melejit tetapi harus mengorbankan orang-orang yang dicintainya sebagai tumbal.

Rumit

Jeritan Malam” adalah sebuah film yang berdasarkan pada sebuah cerita yang rumit dan tidak mudah dicerna begitu saja. Reza sejak kecil seperti sudah ditakdirkan untuk hidup dengan hal-hal misterius. Adiknya tewas tertabrak truk ketika keduanya masih kecil.

Ketika mulai pacaran, ia sudah “berkenalan” dengan hal gaib, ketika bersama pacarnya makan bakso di pedagang bakso yang sangat laris. Menurut Wulan, kekasihnya, bakso tersebut laris karena pemiliknya memiliki perjanjian dengan setan.

Sebagai manusia modern lulusan sebuah perguruan tinggi terkenal, Reza tak percaya begitu saja dengan cerita-cerita takhhyul di didengarnya, bahkan ketika ia mengalami sendiri hal-hal aneh ketika tinggal di mess perusahaan di Banyuwangi.

Reza ingin membuktikan dan melawan semua hal gaib yang dialaminya dengan logika, sampai akhirnya ia sendiri terjebak dan tak mampu berbuat apa-apa, ketika ia di bawa ke suatu alam supranatural yang membuatnya menyetujui sebuah situasi dan kondisi yang memaksanya untuk mengikuti.

Dalam keadaan tak berdaya, ia dipaksa untuk membuat “perjanjian” dengan setan di mana ia akan memperoleh kemashuran dalam hidup, tetapi sebagai imbalan, orang-orang terkasihnya akan menjadi tumbal. Reza harus menghadapi kenyataan mulai dari sahabatnya Indra yang hilang secara misterius, ayahnya mati tanpa ia sempat melihatnya, dan kekasihnya Wulan yang tewas mengenaskan akibat kecelakaan lalulintas. Semua itu adalah harga yang harus dibayar oleh Reza.

Rangkaian peristiwa misterius itu paling tidak sudah menyadarkan Reza yang selama ini mencoba rasional, bahwa selain manusia, ada mahluk tak kasat mata yang juga menghuni dunia ini.

Penuh teror

Sebagai sebuah film horor yang “fungsinya” adalah membuat penonton takut, “Jeritan Malam” mengeluarkan hampir semua jurus film dimiliki film horor untuk meneror jantung penonton. Mulai dari hantu yang hanya muncul berkelebat; hantu-hantu dengan wajah dan tubuh penuh luka menyeramkan; dan berbagai kengerian lain yang ditimbulkan oleh efek-efek CGI maupun kerja tim artistik.

Elemen-elemen yang bisa ditampilkan dalam film horor tak ketinggalan ditampilkan, mulai dari rumah tua, perabot-perabot tua seperti furniture van der pool yang sangat terkenal di masa kolonial, lukisan, sumur maupun efek bunyi-bunyian. Alhasil “Jeritan Malam” adalah sebuah film yang penuh teror bagi penontonnnya.

Namun demikian, film ini tidak mengabaikan begitu saja aspek artistik yang memberi nilai tambah sebuah film. Banyak gambar-gambar artistik yang ditampilkan, terutama ketika pengambilan gambar pada adegan-adegan landscape.

Dan seperti tak ingin melepaskan tanggungjawab moral kepada penonton, film ini juga memberikan pesan-pesan penting, agar penonton tidak mengikuti jejak yang dilakukan Reza, yakni mengadakan perjanjian dengan setan untuk mendapatkan kesuksesan duniawi, tetapi mengorbankan orang-orang yang dicintai sebagai tumbal. Pesan moral itu disampaikan melalui narasi yang menggambarkan suara batin Reza.

 

 

 

Share This: