Film “Kucumbu Indah Tubuhku” dan “Ambu” Diikutsertakan di FFAP

_

Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) memutuskan mengirim dua film Indonesia untuk ikut bertarung di Asia Pasific Film Festival (APFF) ke 59 yang bakal diselenggarakan di Macau tanggal 7 – 9 Januari ini. Kedua film yang mewakili Indonesia tersebut, masing-masing pemenang film terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2019, ”Kucumbu Tubuh Indahku” dan film “Ambu”.

Demikian disampaikan siaran pers yang dikirimkan PPFI, Kamis (2/12/2019).

Film “Kucumbu Tubuh Indahku” merupakan karya sutradara Garin Nugroho, yang juga mewakili Indonesia dalam ajang Academy Awards 2020 atau yang dikenal dengan nama Oscar.

“Kucumbu Tubuh Indahku” selain menampilkan gambar yang dinilai sangat estetik, juga membeberkan salah satu sub budaya kita dalam soal kompleksitas seksualitas.

Sedangkan film “Ambu” yang disutradarai Farid Dermawan, adalah sebuah film yang menukil persoalan alkukturasi suku Baduy, salah satu suku yang yang paling ketat berinteraksi dengan budaya luar. Film ini selain kental dengan pengenalan budaya Indoensia, juga dikemas dalam sinematografis yang menawan.

Keikutsertaan Indonesia di ajang APFF tidak terlepas dari sejarah PPFI sebagai salah satu pendiri sekaligus anggota dari Federation of Motion Pictures Producers in Asia Pacific (FPA) yang didirikan tahun 1953. Setahun kemudian, tahun 1954, FPA mulai menyelenggarakan APFF di Tokyo. Sejak itu APFF diselenggarakan setiap tahun secara bergilir di 22 negara anggota.

Indonesia sudah beberapa kali menyabet gelar terhormat dalam festival ini. Antara lain, tahun lalu, aktor Reza Rahadian terpilih sebagai aktor terbaik. Sebelumnya tanun 1998 film karya Garin “Danun di Atas Bantal” juga pernah meraih predikat sebagai film terbaik.

“Pemilihan dua film itu kami lakukan dengan pertimbangan matang, karena saat ini, kedua film itu yang paling dekat mewakili keindonesiaan dunia film kita,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPFI, Zairin Zain.

Sutradara film “Ambu” Farid Dermawan terus terang merasa sangat terhormat karya film perdananya dapat dikirim ke APFF mewakili Indonesia. Menurut Farid film “Ambu” mengangkat cerita universal tentang hubungan ibu dan anak yang dibalut dengan budaya dan kearifan lokal.

“Jadi temanya universal tapi balutannya Indonesia,” tambahnya. Itulah sebabnya, terlepas dari hasilnya bagaimana, “Saya merasa sangat bangga!,” tegasnya.

Proses penjurian dan penetapan pemenang APFF akan dilakukan 5-7 Januari. Untuk penjurian, Indonesia menujuk Abdi Surya Abdi sebagai wakil Indonesia.

Share This: