Film “Mooncake Story”, Tentang Empati, Tentang Toleransi

Sutradara Garin Nugroho bersama pendukung film "Mooncake Story" dalam konperensi persi di Jakarta, Senin (20/3) sore.
_

Kue bagi masyarakat Tionghoa bukan sekedar makanan untuk mengisi perut atau menjadi teman minum teh maupun kopi. Kue bisa berarti sebagai penanda peristiwa penting atau untuk mengingatkan manusia untuk berbuat sesuatu.

Salah satu kue yang memiliki arti tertentu, bahkan nilai filosofis di dalamnya adalah Kue Bulan (Mooncake). Kue itu menjadi perlambang untuk saling berbagi, niai-nilai toleransi. Banyak kisah di balik pembuatan kue bulan.
Karena saranya nilai-nilai itulah, sutradara Garin Nugroho memberikan muatan lain penting dalam film yang diberi judul Mooncake Story. Melalui film itu Garin ingin menekankan bahwa hidup berbagai dengan orang lain sangat penting, karena di sekeliling kita memang banyak orang-orang yang membutuhkan bantuan, dari orang-orang yang memiliki kemampuan lebih.

Dalam Kue Bulan, menurut Garin, ada kisah-kisah mitologi tentang matahari yang banyak, di mana seorang ksatria harus memanah untuk mendapatkan salah satunya.

Kisah kue bulan juga ingin menggambarkan bagaimana hidup menjadi sejahtera, dan kemudian ada pula kisah pertempuran, sehingga surat-surat dimasukan dalam kue bulan untuk orang bisa betahan hidup dan bisa bersatu.

“Jadi memang kue bulan mengandung filosifi cinta bersatu dan kita harus sama-sama bertahan dari apa yang disebut dari penderitaan, ketidakadilan. Kue bulan itu memang menjadi simbol dari film ini, di mana di era semacam ini sudah saatnya siapapun membangun menara tinggi janganlah mengambil hutan sekitarnya, karena akan menjadi padang pasir dan menjadi hancur,” kata Garin dalam premiere film Mooncake Story di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta, Senin (20/3) sore.

Nilai-nilai toleransi, menurut Garin, itu tidak hanya dalam bentuk kata-kata, karena dia harus bekerja, harus berbagi. Toleransi tanpa keadilan sosial tidak akan berarti. Maka fim ini menunjukkan bahwa tolreansi harus dengan kerja bersama tanpa memandang kelas, agama maupun etnis,” paparnya.

Bagi aktor Morgan Oey yang membintangi film tersebut, kue bulan bukanlah sesuatu yang asing baginya. Ketika kecil ia sering melihat orangtua dan neneknya membuat kue bulan.

“Saya memiliki personal experience dalam mooncake,” kata Morgan. “Kue itu sebagai penyatu keluarga, untuk mengingat jasa-jasa pahlawan, jasa-jasa orangtua. Karena itu saya sudah dekat dengan filosofi itu.”

Tokoh David yang diperankan Morgan digambarkan sebagai pebisnis muda yang sukses. Tetapi David tidak menemukan kebahagiaan dengan hartanya maupun hidup di tengah keluarga, terlebih setelah ibu dan isterinya meninggal dunia.

David yang menderita alzheimer justru menemukan kebahagiaan setelah ia mengenal Asih, seorang joki 3 in 1 yang kemudian dibantunya.

“Saya observasi ke Sentul, bertemu langsung dengan penderita-penderita alzheimer, dengan pendaping mereka dan juga dengan dokter ahlinya.”
Untuk memerankan tokoh alzheimer, menurut Morgan, sebenarnya hanya masalah teknis, kesiapan tubuh pikiran. Karena kalau akting itu menyangkut rasa, menyangkut pikiran.

“Yang saya sangat terkesan adalah, di sisa hidupnya David bisa membeli apa saja, tapi dia tidak bahagia, justru dia menemukan kebahagiaan di situasi pada saat dia bersama Asih. Itu yang saya pelajari bagaimana kita perduli dengan lingkungan. Saya pribadi sih belum ke sampai sana,” kata Morgan.

Bunga Citra Lestari yang memerankan tokoh Asih mengaku bangga bisa bekerjasama dengan sutradara sekelas Garin Nugroho. Ketika orang-orang mempersoakan mengapa dia mau mengambil peran sebagai tokoh janda, dengan dandanan seadanya, ia justru merasa bangga.

“Justru di sini aku senang, karena tiak dikotakkan harus seperti ini, seperti itu. Tidak harus keren, harus begini begitu, aku lebih bebas. Lebih dari hati mainnya,” kata artis yang kerap dipanggil dengan singkatan namanya, BCL.

“Dan tentunya dengan film yang punya tujuan yang amat sangat mulia sekali, buat aku dan ceritanya yang dibangun dengan begitu indahnya dengan simbol-simbol yang begitu indah, aku punya ekspektasi ini jadi inspiransi bagi yang menonton. Dan momennnya juga tepat di mana kita ini sudah tidak melihat lagi yang namanya toleransi,” tambahnya.

Mooncake Story diproduksi oleh MVP Pictures dan Tair Foundation. Rencananya film ini akan beredar di bioskop mulai 23 Maret 2017.

Share This: