Film Pendek “Kado” Berkompetisi di the 75th Venice International Film Festival 2018

_

Film pendek berjudul Kado (A Gift) yang diproduseri Mira Lesmana dan Riri Riza, masuk kompetisi film pendek Orizzonti, The 75th Venice International Film Festival 2018, festival fim bergengsi dan tertua di dunia.

Aditya Ahmad dijadwalkan berangkat ke Venesia, Italia, di awal September 2018 untuk menghadiri penayangan perdana (World Premiere) Kado  di the 75th Venice International Film Festival.

Kado yang berdurasi 15 menit, bercerita tentang Isfi yang bersemangat menyambut ulang tahun Nita. Untuk dapat menyiapkan kado istimewa di kamar Nita, Isfi harus mengenakan rok panjang dan hijab.

Inspirasi pembuatan cerita itu datang ketika Aditya Ahmad kembali bertemu Isfi, teman lama sekaligus pemeran utama Sepatu Baru. Adit merasa Isfi, yang kini sudah remaja, juga sedang ada dalam keresahan. “Saya bisa merasakan betul keresahan Isfi yang selalu merasa beda, atau dibedakan di lingkungannya. Saya ingin bercerita tentang pergulatan remaja seperti Isfi dalam menemukan identitasnya.”

Nama Aditya Ahmad mencuat setelah film pendek Sepatu Baru (2014), tugas akhirnya di Institut Kesenian Makassar, mendapat pujian di berbagai festival film dunia termasuk Festival Film bergengsi Berlinale (Berlin International Film Festival) 2014. Di Berlinale Adit, begitu ia biasa dipanggil, meraih penghargaan Special Mention untuk film Sepatu Baru di kategori Generation Kplus. Ia juga meraih predikat Sutradara Film Pendek Asia Tenggara Terbaik di Festival Film Internasional Singapura 2014. Kini Aditya Ahmad kembali mencatat prestasi, 

Pemuda kelahiran Makassar tahun 1989 ini mengakui peran produser Mira Lesmana dan Riri Riza dalam mewujudkan film Kado, bahkan sejak sebelum ide ceritanya lahir, “Tahun 2016 saya sempat merasakan jenuh sekali dalam hidup. Mira Lesmana dan Riri Riza lalu mengingatkan, justru masa-masa penuh keresahan seperti ini lah waktu terbaik untuk membuat film.”

Baiak Mira Lesmana maupun Riri Riza mengakui potensi Aditya Ahmad. “Bakatnya besar dan naluri berceritanya tinggi. Kami ingin memberi ruang lebih besar untuknya mengembangkan potensinya di dunia film,” ujar Mira Lesmana.

“Ide cerita dan persoalan yang ditawarkan Kado sangat relevan, universal sekaligus sangat lokal. Aditya Ahmat berhasil dalam bercerita, menjadi karya yang kompleks namun tetap menyentuh,” timpal Riri Riza.

Share This: