Film “Sabrina” Akan Masuk Pasar Internasional

_

Hitmaker, rumah produksi penghasil film-film horor laris, kembali meluncurkan sebuah film horor berkelas yang dibintangi oleh bintang-bintang top, berjudul Sabrina.

Film yang dibintangi oleh Luna Maya, Christian Sugiono, Jeremy Thomas, Sarah Wikayanto dan Rizky Tranggono ini disutradarai oleh Rocky Soraya, anak dari produser film Ram Soraya, pemilik Hitmaker.

Sabrina berkisah mengangkat kisah tentang roh jahat yang menjadikan boneka sebagai mediumnya. Hadirnya boneka “bernyawa” ini tentu mengingatkan penonton akan film produksi Hitmaker sebelumnya, The Doll 1 dan 2 yang menjadi film sukses di tahun 2017.

“Ini memanb kelanjutan The Doll 2. Tapi kita membuat karakter baru Meira yang sudah menikah. ,Horornya menggali karakter mereka dan mereka berubah, membuat mereka melawan iblis,” kata Rocky Soraya dalam jumpa pers di XXI Senayan City Jakarta, Jum’at (6/7/2018) malam.

Menurut Rocky, selain di dalam neger, juga akan dirilis di pasar internasional. “Bulan Agustus kita ke Malaysia dan Brunei lalu Singapura dan Hongkong. India juga ada rencana, tetapi masih nego-nego,” papar Rocky.

Menjawab pertanyaan apakah film ini juga akan diedarkan di Cina yang memiliki banyak bioskop, menurut Rocky Cina malarang masuk film-filk horor.

“Dalam internasional list di Cina, film horor tidak boleh masuk ke Cina. Conjuring tidak boleh,” kata Rocky.

Jika kebanyakan film horor dibuat apa adanya, Rocky menjamin Sabrina akan sangat berbeda, baik dari tata artistik, efek khusus maupun tata kamera.

Itulah antara lain yang membuat bintang-bintang terkenal yang terlibat, merasa terkesan main dalam film ini. Rasa lelah yang harus dihadapi selama 35 hari syuting, terbayar dengan hasil akhir yang memuaskan.

“Saya aktif main film drama selama 19 tahun, mendapat tantangan main dalam film horor. Saya terima tantangan ini, karena ini film yang berbeda. CGInya, ada Luna (Maya), Christian (Sugioni) memberikan effort yang berbeda membuat film ini, berbeda dan saya yakin bisa ditonton di Asia maupun internasional,” kata aktor kawakan Jeremy Thomas.

Jeremy berperan sebagai Reynald, seorang paranormal. Untuk bermain dalam film ini Jeremy harus meninggalkan kesibukannya London.

“Kalau saya sampai memutuskan terbang dari London untuk bermain dalam film ini, tentu kalian tahu dong apa yang saya pertaruhkan,” kata Jeremy.

Bagi Christian, Sabrina merupakan film horor pertama. “Sebelum ada tawaran main film, selalu ada skrip yg sampai ke depan saya. Kebanyakan fillm horor isinya cuma kebanyakan ngagetin. Tetapi film ini ada ceritanya, tidak hanya setan ngagetin. Ceritanya menarik, dan sebagai pemain kita akan tahu seperti apa jadi filmnya,” kata Christian.

Menurut Sarah Wijayanto, ada kesulitan sendiri yang harus dihadapi ketika berakting dalam film ini. “Mantera dalam film ini menggunakan bahasa indonesia. Itu lafal doa. Di film ini bahasa Indonesia lebih sulit karena tidak boleh putus. Tapi karena ada proses reading, saya bisa melakukannya dengan lancar,” tutur Sarah.

Bagi Luna Maya yang sudah main dalam film sebelumnya, The Doll 2, Sabrina tetap film yang istimewa, karena digarap jauh lebih serius dibandingkan The Doll 2.

“Saya tidak mau ngomong banyak ya. Kalau enggak percaya saksikan ajalah,” kata Luna.

“Sabrina” rencananya akan beredar di seluruh bioskop di Indonesia, mulai 12 Juli 2018. (*)

 

 

 

 

 

 

 

Share This: