Film “Security Ugal Ugalan”: Merawat Komedi Slapstcik Ala Warkop DKI

balai-kita-photo-security-ugal-ugalan
Adegan film "Security Ugal Ugalan" (Foto: MD Pictures)
_

Komedi slapstick, menjadi formula yang tetap dipertahankan oleh produser film untuk memberi tontonan menghibur bagi penonton. Film film komedi slapstick telah mewarnai perfilman Indonesia sekian decade. Dan yang paling lama bertahan adalah yang dimainkan oleh Grup lawak Warkop DKI (Dono, Indro dan Kasino).

Melalui film terbarunya, Security Ugal Ugalan (SUU), MD Pictures yang terkenal dengan film-film bermutu seperti Ayat Ayat Cinta, Habibie – Ainun dan Merry Riana – Mimpi Sejuta Dolar, mencoba alternative produksi dengan membuat sebuah film komedi slapstick. Produser film ini, Dhamoo Punjabi adalah orang yang akrab dengan gaya Warkop ketika masih bergabung dalam Parkit Film, hingga tahun 90-an.

Dalam SUU, MD Pictures memasang tokoh utama Indro Warkop, satu-satunya pentolan Warkop DKI yang masih tersisa. Indro dan Dhamoo memang sudah memiliki kemistri yang cocok untuk membuat sebuah film komedi slapstick. Maka bagi keduanya tidak sulit untuk menghadirkan kembali warna Warkop dalam film ini.

Sebagaimana film-film Warkop, tampilnya cewek cantik dan seksi menjadi penting untuk memberi warna sekaligus menyejukan mata penonton yang terasa sepat melihat penampilan para comedian. Itulah gunanya Alexa Key dan Duo Srigala bermain dalam film ini. Apalagi Duo Srigala benar-benar dieksploitasi sedemikian rupa untuk memperlihatkan tonjolan dada mereka yang subur.

SUU mengisahkan tentang sebuah grup pengamanan bernama Acho, Dana , Lolox pegawai   perusahaan Megapolitan Security yang dipimpin oleh Komandan Indro. Di grup satpam itu juga ada cewek cantik bernama Angela. Diam- diam, Alan , senior Security tidak suka pada Dana karena Alan juga menaruh hati pada Angela. Alan mulai membully dan melakukan sabotase pada Dana untuk menjatuhkan reputasi Dana didepan Angela.

Kelakuan Alan ketauan oleh komandan Indro yang berujung pada dipecatnya Alan dari perusahaan. Setelah dipecat, Alan BARU mengetahui kalau Angela adalah anak dari pak Sam, pemilik Megapolitan Security. Dengan motivasi dendam dan uang, Alan menculik Angela. Komandan Indro, Dana, Acho dan Lolox melakukan usaha untuk menyelamatkan Angela. Angela bebas dan akhirnya Dana dan Angela menjadi pasangan kekasih.

Sebagaimana umumnya komedi slapstick, plot film tidak dibuat runtut. Yang penting bagaimana membangun kelucuan-kelucuan dalam setiap scene. Antara satu scene dengan scene lainnya tidak nyambung. Penampilan beberapa komika seperti Acho, Lolo dan Dana yang terbiasa nyeletuk dengan ungkapan lucu, telah memberi kontribusi yang lumayan untuk menghadirkan kelucuan-kelucuan itu.

Dalam film ini bahkan ada beberapa kelucuan yang sudah sangat dikenal oleh penonton, karena adegan semacam itu sudah muncul di youtube. Seperti dalam adegan Indro yang diam-diam menuangkan shampoo berulang-ulang ke kepala Acho ketika Acho sedang mandi; atau adegan saling menggetok kepala dengan centong yang dipegang dengan mulut antara Lolo dan Dana, semantara diam-diam Acho menggetok kepala Lolo ketika Lolo tertunduk.

Menyaksikan film seperti ini memang tidak perlu terlalu banyak berharap untuk mendapatkan pengalaman menonton yang bisa dibawa pulang. Yang penting selama satu setengah jam, kita bisa terhibur. (*)

 

Share This: