Film “Single 2”: Ebi Akhirnya Menikah

Raditya Dika, penulis skenario, sutradara dan pemain film 'Single-2)
_

Tidak mudah bagi orang dewasa untuk menjalani hidup tanpa pendamping. Dalam masyarakat yang percaya bahwa perkawinan adalah bentuk paripurna dari kebahagiaan manusia, maka kesendirian sering dianggap aib.

Persoalan itulah yang melahirkan problem psikologis bagi Ebi, sehingga ia berusaha keras untuk mendapatkan pendamping hidup. Walau pun tidak mudah, penuh perjuangan keras, ia akhirnya menemukan pendamping hidup.

Begitulah sekelumit cerita yang diangkat dalam film “Single 2”, sekuel “Single-1” yang ditulis dan disutradarai oleh Raditya Dika. Dalam film ini, ia juga kembali menjadi pemain.

“Saya kan telat menikah ya. Jadi jomblo itu berat, membuat kita selalu ingin menghindar ketemu kerabat di hari raya,” kata Dika. “Karena pengalaman itu saya jadi mudah memahami dan menuangkannya dalam sekuel ini,” tambah Radit dalam jumpa pers peluncuran teaser “Single-2” di kantor Soraya Film, Jakarta, Jum’at (5/3/2019), yang juga dihadiri oleh pemain Ridwan Remin, Melodi Novel, Yoga Arizona dan produser Ricky Soraya.

Bedanya film yang pertanan dan sekuelnya, jelas Radit, kali ini persoalannya lebih dewasa.

“Single kesatu, kita bertanya soal apa sih rasanya sebagai seorang adik dilangkahi kakaknya menikah. Sekarang, kita bertanya soal ‘bener nggak ya kalau kita sendirian, bisa tetap happy’,” tambahnya.

Produser Rocky Soraya menambahkan, untuk memberikan tontonan yang berbeda bagi penonton, skenario dan karakter dalam “Single 2” ini dibedah dengan serius, agar penonton bisa menemukan sesuatu yang baru, walaupun benang merahnya adalah kehidupan tokoh Ebi.

“Kita betul-betul serius ya memasukan unsur-unsur yang bisa membuat film ini menarik. Kita bedah skenarionya, bagian-bagian apa yang kita bisa masukin. Secara keseluruhan saya puas dengan kerja Radit, tidak masalah dia menjadi sutradara dan pemain sekeligus,” kata Rocky.

Dalam Single-1, Ebi yang diperankan Raditya Dika di Si terus gagal dan ditolak oleh perempuan yang disukainya. Selain itu, Ebi yang selama 27 tahun hidupnya belum pernah pacaran merasa bahwa kebahagiaan akan didapat apabila memiliki pasangan. Tetapi, akhirnya Ebi sadar apa yang dibutuhkannya dan bukan yang cuma diinginkannya.

Share This: