Film “Zeta”, Zombie Ternyata Belum Mati!

_

Salah satu kreativitas sineas dalam membuat film adalah mengangkat kisah mayat hidup — atau manusia hidup yang bertampang seperti mayat — ke dalam film. “Mayat hidup” itu, yang kemudian dikenal dengan sebutan zombie, memberikan inspirasi banyak sineas untuk membuat sebuah film yang mampu meneror penonton. Betapa tidak, hantu yang tak jelas wujudnya saja sudah membuat takut, apalagi zombie yang mengejar-ngejar manusia normal.

Tak mau ketinggalan dengan apa yang dihasilkan Hollywood, wanita sutradara Amanda Iswan mencoba menyajikan keseraman zombie di Indonesia, melalui film perdananya, “Zeta”.

Mandy — sapaan Amanda Iswan, lulusan Quinnipiac University, School of Communications Hamden, Connecticut AS dengan major Film, Video and Interactive Media (2012-2015) ini — membutuhkan riset yang mendalam dan berkelanjutan.

Foto-foto: Dudut Suhendra Putra

“Ini adalah film perdana saya. Jadi mohon maklum. Kalau ada kekurangan-kekurangan, boleh langsung sampaikan kepada saya,” kata Mandy dalam preview filmnya, beberapa waktu lalu.

Film yang ini akan beredar di bioskop mulai 1 Agustus 2019. Zeta bercerita tetang zombie yang mulai bermunculan di Jakarta, akibat virus jahat yang menyerang manusia. Jumlah zombie semakin berkembang karena menyerang dan menulari orang-orang yang sehat, sehingga memaksa pasukan khusus yang dibentuk bertindak, untuk mengatasinya.

Tetapi sebelum pasukan bertindak, Isma, seorang ibu penderita alzheimer (diperankan Cut Mini) bersama anak remajanya Deon (diperankan oleh Jeff Smith), harus bertahan hidup di dalam apartemen, di antara para zombi yang siap menerkam mereka. Deon lalu bertemu dengan Reza (Dimas Aditya) dan kakaknya Rey yang psikopat.

Deon dibantu Reza harus berjuang menpertahankan diri dari ancaman zombie dan kekejaman Rey.

Pengulangan.

Seperti dipaparkan di atas, kisah tentang zombie sudah banyak diangkat ke dalam film, dan Mandy juga mengakui bahwa salah satu inspirasinya membuat film ini dari serial The Walking Dead. Walaupun setting-nya tentang zombie apocalypse,” ujar Amanda Iswan selaku sutradara film Zeta dalam jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (14/5).

Dijelaskan Amanda, masalah utama dalam film ini tetap datang dari konflik manusianya sendiri. Menurutnya, film ini semua berbasis ilmu pengetahuan, yang kemudian diselaraskan dalam sebuah drama aksi, yang membuat pesan ceritanya sampai ke penontonnya dengan mengasyikkan.

Namun Mandy membantah jika karyanya ini menjiplak film yang sudah ada begitu saja. ” Terus terang memang udah mulai banyak sih filmfilm zombie di Indonesia, tapi Zeta itu beda karena yang ini ada researchnya. Penyakit zombienya jelas. Mulai cara dia menjangkiti manusii, sampe gimana para orangorang yang terinfeksi (zombie) itu bergerak,” ujar Mandy.

Dengan hadirnya film ini membuktikan bahwa cerita horor atau thriller yang menjadikan sosok zombie sebagai elemen utama, masih tetap ada. Intinya zombie belum mati.

 

 

 

 

 

 

 

Share This: