Founder Baba Rafi : Susah Payah Mengenalkan Kebab Di Lidah Masyarakat Indonesia

_

Dibalik nama besar Kebab Baba Rafi, ternyata banyak perjuangan yang belum diketahui khalayak umum. Salah satunya ketika mengenalkan makanan kebab di lidah masyarakat Indonesia. Saat mengenalkannya banyak masyarakat yang menilai kebab sebagai makanan aneh

“Kebab itu gak segampang itu, kita ngomong jaman dulu kebab itu belum ada di Indonesia, orang juga banyak bilang rasanya juga aneh kaya rasa cengkeh itu, rasanya pun harus di adaptasi, mengenalkannya pun benar-benar butuh efort karena orang-orang bilang, itu lempitan itu apa, itu lumpia bukan ya, akhirnya kita mulai menjelaskan produk kita,” Ujarnya saat dihubungi Balaikita.com

Setelah mengenalkan kebab ke masyarakat, perusahaan ini mulai berkembang dari perusahaan (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) UMKM menuju ke tingkat lebih tinggi. Untuk itu dirinya memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Namun keputusan ini  tidak berjalan dengan semestinya, krisis ekonomi yang melanda dunia dan adanya pemilu presiden membuat para investor enggan untuk berinvetasi hal ini membuat Baba Rafi harus berjuang susah payah.

“Saya pindah dari Surabaya ke Jakarta, wah itu perusahaan saya goyang sekali, pada tahun 2008 ada krisis ekonomi dunia, krisis di Indoneisa tahun 2009 plus kita ada pemilu, orang-orang itu kalo ada pemilu atau pun krisis dunia, mereka menunggu tidak mau investasi, apalagi baba rafi kita pemasukannya ada dari investasi reguler, kalo salah satunya terganggu baba rafi ambruk juga”, ujarnya

Beruntung Nilam Sari mendapat beasiswa S2, dengan beasiswa tersebut dirinya mampu membuka pikiran bahwa dirinya harus merekrut orang-orang yang ahli di bidangnya

“Nah saya sempat sekolah S2 padahal saya S1 gak lulus tapi jatuhnya dapet beasiswa, tapi saya gak dapet sertifikasi S2 saya cuma dapet sertifikasi per subjek. disana saya belajar dan ngomong sama temen saya yang memang udah punya jam terbang. dari situ saya terpikir kalo saya harus meng hair orang yang sudah punya jam terbang yang lebih pinter,” tutupnya

Share This: