Gatot Brajamusti Dituntut 13 Tahun Penjara, Bagaimana Dengan Ridho?

Gatot Brajamusti (Foto: HW)
_

Mantan Ketua Umum Parfi (Persatuan Artis Film Indonesia) Gatot Brajamusti nampak termangu, ketika Jaksa Penuntut Umum membacakan tuntutan dalam sidang di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Kamis kemarin (30/3). Pasalnya Jaksa menuntut hukuman penjara kepada Gatot Brajamusti. Selain dituntut 13 tahun penjara, JPU   juga memberatkan kepada terdakwa untuk membayar denda Rp 1 miliar dan subsider 6 bulan penjara.

Bahkan ketika ditanya wartawan usai sidang, Gatot tidak banyak berkata-kata. “Biarkan kebenaran yang mengungkap semuanya nanti dan saya secara pribadi akan membuat pembelaan juga,” katanya singkat.

Dalam uraiannya JPU menyebut, Gatot Brajamusti tidak terbukti melanggar pasal  144 ayat (2) Undang- undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika sehingga terdakwa harus dibebaskan dalam dakwaan primer.

Gatot Brajamusti ditangkap pada hari Minggu (28/8/2016) sekitar pukul 23.30 Wita bertempat di kamar nomor 1100 Hotel Golden Tulip- Lombok memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman.

Pada saat dilakukan penggeledahan di kamar itu, saksi bertemu dengan saksi Reza Artamevia yang baru saja akan masuk ke   kamar 1100 tersebut. Dimana pintu dibukakan oleh  Yuti Yustini. Saat itu saksi- saksi dari petugas  Polres Mataram masuk dalam kamar.

Setelah masuk ke kamar hotel, selanjutnya petugas melakukan penggeledahan badan terhadap terdakwa Gatot Brajamusti dan ditemukan 1 poket kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat 0,94 gram dan 1 buah pipa kaca dan 1 buah tutup botol  yang tutupnya terdapat dua buah lubang.

Ditemukan barang bukti 1 bungkus plastik klip transparan yang diduga berisikan sabu, 1 bungkus transparan yang berisikan 2 kapsul dan 3 butir atau tablet warna coklat, 35 alat suntik, 1 gulung aluminium foil, 115 jarum suntik 2 bekas pakai.

Polisi juga menemukan  2 buah plastik klip bekas sisa shabu, 2 bekas vitamin merek Parmaton, 30 korek api gas, 2 butir sisa pil KB, 1 buah sex toys, 4 buah alat hisap sabu, 5 buah alat hisap sabu yang terdiri dari pipet dan cangklong kaca, 1 plastik pembersih pipet, 2 timbangan merek CHQ, 4 jarum suntik, 3 liquid dan 2 botol bekas infus NaCL.

Sementara itu di Jakarta, pedangdut Ridho Rhoma juga sedang meringkuk di sel tahanan Polres Jakarta Barat, setelah ditangkap petugas di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat pada Jumat (24/3/2017). Ridho ditangkap dengan barang bukti 0,7 gram sabu.

Banyak pendapat yang muncul usai penangkapan itu. Ada yang mengatakan Ridho merupakan korban, sehingga harus diselamatkan dengan jalan direhabilitasi, tetapi ada pula yang berpendapat hukum harus ditegakkan, karena itu Ridho harus menjalani proses hukum.

Polres Jakarta Barat menegaskan proses hukum akan terus berlanjut meski dilakukan rehabilitasi terhadap Ridho Rhoma. Proses hukum dan rehabilitasi berjalan bersamaan.

“Dia direhabilitasi sekaligus melakukan proses hukum,” ujar Kasat Narkotika Polres Jakarta Barat AKBP Suhermanto kepada wartawan di Mapolres Jakarta Barat, Jalan S. Parman, Rabu (29/3/2017).

Suhermanto menjelaskan ada beberapa jenis rehabilitasi. Pertama, pengguna narkotika menyerahkan diri kemudian meminta rehabilitasi.  “Begitu dia lapor, kan kadang-kadang ada orang tua yang tidak bisa nangkep anaknya, dia minta tolong ke kita buat nanti direhab. Terus ada lagi korban melapor sendiri, tapi itu jarang terjadi,” katanya.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso berpendapat Ridho Rhoma, yang tertangkap karena kasus sabu, sebaiknya tetap diproses hukum. Menurut Buwas, hukuman rehabilitasi seharusnya dilakukan pecandu yang melapor, bukan tertangkap tangan.

“Karena (Ridho Rhoma) tertangkap, harus ada proses. Harusnya sebelum tertangkap dia lapor, lapor (sebagai) pecandu, minta direhabilitasi, maka itu tidak apa-apa,” kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) di kantor BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Senin (27/3/2017).

Akan ke mana kasus Ridho mengarah? Apakah ia akan menjalani rehabilitasi seperti banyak artis yang tersangkut narkoba? Atau dia harus merasakan dinginnya berada di balik jeruji besi, jika kelak diadili dan pengadilan memutuskanya bersalah. Tidak sedikit pula artis yang akhirnya masuk penjara karena narkoba. Aktor kawakan Roy Marten, comedian Doyok, Gogon dan Polo adalah contohnya. Mungkinkah Ridho akan menyusul jejak mereka seperti juga juga Gatot Brajamusti? Kita tunggu saja.

Share This: