Giliran Akom Bantah Terima Uang e-KTP

_

Setelah beberapa nama membantah menerima uang dalam kasus e-KTP, kini giliran Politikus Golkar Ade Komaruddin (Akom) membantah telah menerima uang dalam kasus yang sama.

Bantahan itu disampaikan Akom ketika menjadi saksi dalam sidang ketujuh kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4/2017 siang.

“Saya tak pernah menyuruh dan meminta kepada pak Irman,” ungkap Akom di Persidangan. “Saya di Komisi XI, soal keuangan dan perbankan,” tambahnya.

Akom membantah menerima uang sebesar USD 100.000 atau sekitar Rp 1,3 miliar, untuk membiayai kunjungan ke camat, bupati, kepala desa, dan tokoh masyarakat Bekasi yang tercantum dalam surat dakwaan e-KTP.

Hakim Ketua Jhon Halasan menanyakan apa saja yang dibicarakan dengan para camat di Pemkab Bekasi, terkait keterlibatannya mengenai Administrasi Kependudukan di sana, menurut Akom hanya untuk sosialisasi saja.

“Kebetulan saya juga dari dapil Bekasi. Selain itu juga pernah pertemuan di Bekasi dengan camat dan lain-lain, dengan sosialisasi departemen keuangan terkait Undang-undang Keuangan,” ungkapnya.

Share This: