Gong Factory Outlet Disukai Turis Asing

Proses pembuata Kesenian Gong (Foto By : Reza Hardiyani)
_

Kerajinan gong yang selalu menjadi pusat kerajinan pembuatan gamelan tradisional tersebut selalu didatangi oleh turis asing. “Setiap hari biasanya selalu ada turis asing yang berkunjung ke pabrik gong, namun karena saat ini puasa jadi ga terlalu banyak”. kata Sukarna.

Kerajinan Gong ini pun pernah didatangai istri presiden Cheko yang berkunjung langsung ketempat ini, pada tahun 2014 dengan Duta Besar Cheko. “Mereka datang langsung untuk melihat proses pembuatanya, dan kita memberikan cinderamata untuk ibu presiden cheko”, ujar Sukarna yang ditemui pada 12 Februari 2017 lalu.

Para turis berkunjung dengan tujuan yang sangat beragam, ada yang membeli gong tapi ada juga yang hanya melihat proses pengerjaanya. Jumlah turis yang datang setiap hari bervariasi, mulai dua orang hingga enam orang. Pada hari Sabtu dan Minggu, biasanya turis yang datang lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Setiap bulan, rata-rata terdapat sekitar 200 turis asing yang berkunjung ke Pabrik Gong Pancasan. Pemerintah Kota Bogor, katanya, sempat berencana menjadikan pabrik gong sebagai wahana wisata. Namun, pemerintah maunya memungut retribusi bagi turis asing yang berkunjung, sehingga pemilik pabrik merasa keberatan.

Sukarna menjelaskan, para turis asing berkunjung untuk melihat-lihat cara pembuatan gamelan tradisional. Para turis asing tersebut sebagian hanya melihat pembuatan gamelan, sebagian lain membeli sebagai koleksi dan kenang-kenangan untuk dibawa pulang ke negeri asal.

Selain turis asing yang bedatangan, usaha ini juga Pernah didatangi jajaran kementrian pada masa pemerintah orde baru.

Dari proses pengerjaan di bengkel gong pak karna dapat memperoleh penghasilan setiap bulanya sekitar 10 hingga 50 juta tergantung banyaknya pembeli. Dengan menjual harga satu set gamelan seharga 55 juta sudah bisa menutupi proses pembutan di gong. Untuk Gong sendiri di jual perkilo perkilo seharga 550 ribu dengan ancaknya.

Bengkel gong yang sudah mencakup nasional dan terkenal di Indonesia ini setiap tahunya mendapatkan dana bantuan dari dinas pariwisatan dan kebudayaan. ”Sehari-hari dari pemerintah, kalau tidak dapat dari pemerintah mungkin usaha ini tidak bisa berjalan, karna bahan baku yang sudah mulai mahal” ungkap sukarna.

“Proses pembuatan gong sampai selesai itu tergantung berat dan besar gong, bisa paling cepat 1 hari dengan ukuran gong yang kecil” Papar sukarna.

Share This: