Griya Lombok, Mengolah Kertas Jadi Benda Seni, Furniture dan Bahan Bangunan

_

Kertas yang seringkali hanya dijadikan pembungkus atau dibuang setelah digunakan, ternyata bisa menjadi benda-benda yang indah, unik dan bernilai tinggi. Siapa sangka kertas yang sangat rapuh, ternyata bisa keras, tahan air maupun api.

Itulah yang dilakukan oleh Theo Setiadi Sutedja, lelaki paruh baya yang tinggal di Ampenan, Mataram, NTT. Di rumahnya yang artistik — diberinama Griya Lombok — Theo bersama istri dan anak-anaknya membuat berbagai barang dari bahan bubur kertas. Bubur kertas adalah kertas-kertas bekas yang dicampur dengan air dan lem, lalu dibuat barang sesuai keinginan.

Beberapa anggota Forum Wartawan Pariwisata (Forwarpar) pada Selasa (8/12/2020) mengunjungi Griya Lombok, rumah artistik yang dipenuhi dengan berbagai macam benda buatan berbahan dasar bubur kertas. Mulai dari yang sederhana seperti asbak, benda-benda seni, Furniture hingga bahan bangunan. Dalam kesempatan itu Theo Setiadi Suteja menceritakan asal mula timbulnya ide pembuatan barang-barang dari bubur kertas, hingga dikenal sampai sekarang.

 

“Saya ini dulu aktivis lingkungan,” Theo menuturkan masa lalunya. “Kami seringkali memprotes masalah pengumpulan hutan atau perusakan lingkungan.”

“Kami melihat hutan-hutan yang gundul di Bima karena ilegal logging,” ia menambahkan. “Bahkan kami melihat ada mobil pembawa kayu yang ditangkap. Dari situlah saya memikirkan membuat barang-barang yang menggantikan kayu.”

Akhirnya tumbulah ide untuk membuat barang dari bubur kertas, karena kertas juga berasal dari kayu. Pertanyaan kemudian, apakah kertas bisa kuat, bisa tahan api? Setelah melakukan berbagai eksperimen akhirnya ia bisa mewujudkan mimpinya membuat benda-benda kuat dan tahan api berbahan bubur kertas.

Theo tidak menjual idenya begitu saja kepada orang lain. Dia membuat untuk dirinya sendiri lebih dulu. “Tigapuluh persen bahan bangunan di rumah saya, termasuk hiasan-hiasan yang ada, dibuat dengan bubur kertas.”

Ucapan Theo dibenarkan oleh anak keduanya, Lina. Menurut Lina, Furniture dan dinding rumahnya terbuat dari bubur kertas. Ketika terjadi gempa beberapa tahun lalu di Lombok, ada rumah tetangganya roboh, tetapi rumahnya tetap utuh.

“Kursi ini juga dari bubur kertas,” kata Lina sambil berdiri melompat-lompat di atas kursi.

Kini Griya Lonbok tempat itu menjadi salah satu tujuan wisata dan tempat belajar bagi siapa saja yang ingin membuat barang-barang berbahan bubur kertas.

“Siapa saja yang mau belajar silahkan datang ke sini. Selama ini sudah banyak yang datang belajar, mudah-mudahan hasilnya bisa berguna di tempat lain,” kata Theo.

Share This: