Gubernur Banten Akan Buatkan Perda Untuk Desa Adat Baduy

Gubernur Banten, Wahidin Halim (melambaikan tangan) di tengah masyarakat Baduy Luar. (Foto: HW)
_

Gubernur Banten Wahidin Halim berjanji akan menerbitkan Peraturan Daerah untuk menjadikan Desa Kanekes, tempat permukiman warga Baduy, sebagai Desa Adat.

Janji itu disampaikan Gubernur Banten ketika menerima masyarakat adat Baduy di Musium Negeri Banten, di Kota Serang, Banten, Minggu (5/5/2019).

Foto: HW

“Untuk menjadikan kawasan Baduy Desa Adat, tidak susah. Tidak harus ke atas. Nanti kita minta DPRD untuk membuatkan Perda,” kata Wahidin di hadapan 1.037 masyarakat Baduy yang datang menemui Bapa Gede (panggilan masyarakat Baduy untuk Gubernur), dalam upacara Seba Baduy 2019.

Seba Baduy adalah bentuk penghormatan dan silaturahmi warga Baduy kepada Pemerintah Daerah, yakni untuk tiga Kabupaten yang dekat dengan permukiman warga Baduy, yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang, serta Provinsi Banten.

Sebelumnya masyarakat Baduy sudah menemui Bupati Pandeglang dan Lebak, hari Minggu bertemu dengan Bapak Gede, dan Senin (6/5/2019) pagi besok akan bertemu dengan Walikota Serang Ratu Tatu Chosiyah, di Pendopo Kota Serang.

Acara yang dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kultural, Dra. Esthy Reko Astuti, M.Si itu dimulai dengan penyerahan warga Baduy oleh Kepala Dinas Kabupaten Lebak, Hayat Syahida kepada Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati.

Setelah itu masyarakat Baduy melalui tetua adat Ayah Saidi yang menjabat Jaro Tanggungan 12 menyampaikan maksud kedatangannya kepada Gubernur. Melalui bahasa Sunda, Ayah Saidi meminta kepada Bapak Gede agar melindungi warga Baduy dengan kepercayaan dan lingkungannya. Permintaan lainnya agar Desa Kanekes tempat permukiman mereka dijadikan Desa Adat.

Bupati Halim mengucapkan terima kasih kepada warga Baduy yang telah menjaga lingkungannya dengan baik. Pemerintah, menurut Gubernur, akan berusaha sekuat tenaga melindungi masyarakat Baduy, yang merupakan kekayaan budaya di Provinsi Banten.

Gubernur juga berpesan agar masyarakat Baduy melindungi adat-istiadat maupun lingkungan tempat tinggalnya. Gubernur menegaskan agar masyarakat Baduy tidak tergoda dengan tawaran menggiurkan dari luar.

“Kita jaga bersama, jangan sampai alam Baduy rusak oleh keserakahan orang-orang dari luar. Apalagi tambang emas, jangan sampai masuk ke Baduy. Pemerintah akan ikut melindungi. Saya bangga dengan orang Baduy. Saya bangga memakai tenun Baduy yang sekarang sudah sampai ke Perancis,” tandas Gubernur Banten.

Rangkaian Acara Seba Baduy sendiri tahun ini diberinama “Exciting Banten on Seba Baduy 2019”, yang sudah masuk ke dalam Calender of Event (CoE) pariwisata, 9 Kementerian Pariwisata.

Share This: