GWJ : Gerakan Yang Ingin Mengkampanyekan Kebaikan dan Toleransi

_

Ramadhan bukan saja bulan di mana umat Islam harus menjalankan ibadah puasa dengan menahan rasa lapar, haus dan hawa napsu, tetapi juga menjadi momentum yang tepat untuk menebar dan memgkampanyekan kebaikan.

Ketua GWJ DPD Jaksel Bobby Indroharto bersama anak yatim (Foto: HW)

Itulah yang dilakukan oleh Gerakan Widyabala Jokowi (GWJ) yang ada di tanah air maupun luar negeri. GWJ adalah komunitas relawan yang akan berjuang untuk memenangkan Joko Widodo — kini Presiden RI — agar terpilih kembali untuk yang kedua kalinya dalam Pemilu tahun 2019 mendatang.

GWJ Jakarta Selatan (Jaksel) Selasa (5/6/2018) kemarin mengadakan acara berbuka puasa dengan anak-anak yatim dari beberapa panti asuhan di Jakarta. Acara yang berlangsung di Kemang Village Jakarta Selatan itu juga diisi dengan ceramah dan hiburan.

Beberapa artis senior dan yang masih muda ikut menunjukkan kemampuan mereka dalam berokah vokal kepada anak-anak yatim. Mereka adalah artis senior Marini Suryosumarno, anggota Elfa’s Singer Lita Zen dan Uci Nurul, Morgan Oey, Harmoni 8 dan  Nindy Ellese.

Kelompok vokal Harmoni 8 sedang beraksi memgjibur anak-anak yati,. (Foto: HW)

“Kita ingin mengisi Ramadhan ini dengan silaturahim antata relawan dan masyarakat, khususnya kepada anak yatim.  Kita memberikan hibursn, santunan dan bingkisan. Kita menyikapi situasi Indonesia terakhir di mana perbedaan sikap dalam masyarakat mengeras. Kita  menggunakan momentum ramadhan untuk silaturahim,” tutur Ketua GWJ Jaksel Bobby Indroharto.

Tema acata Ramadhan yang digelar, menurut Bobby, tentang keberagaman dalam konteks islam sebagai berkat. Islam yang rahmatan lil alamin, menjadi perekat. Guna menghindari situasi bangsa yang semakin panas,

“Sebenarnya masyarakat kita penuh cinta kasih, saling mengasihi dan saling berbagi. Kegiatan-kegiatan kecil seperti ini kami yakin akan meningkatkan silaturahim, memangkal radikalism dan hal-hal yang keras. Sejatinya bahwa marwah orang Indonesia itu kan penuh dengan silaturahim, itu yang mau kita kampanyekan lagi,” katanya. 

Mengkampanyekan gerakan-gerakan kebaikan dan kebersamaan menurutnya sudah menjadi konsen GWJ. Dan itu menjadi antitesa dari sebagian masyarakat yang mengkampanyekan hoaks, kebencian dan lain-lain.

“Kita relawan Jokowi adalah relawan yang mengkampanyekan gerakan kebaikan, karena kita mendukung orang baik, ya Pak Jokowi itu!” tegas Bobby.

Sebagai bentuk toleransi yang nyata, dalam acara tersebut tidak ada perbedaan. Pengisi acara yang terlibat maupun panitianyan beragam. Ada yang beragana Kristen, Islam dan Hindu.

“Kita juga tidak membedakan ras. Tadi kan ada Morgan Oey. Itu untuk menunjukkan Islam itu tidak keras, Islam itu perekat bangsa. Dan kita ingin memgkampanyekan bahwa relawan Jokowi itu cinta kebersamaan, penuh cinta kasih; cinta keragaaman, cinta Indonesia dan jadi raw model insan yang ramah,” jelasnya.

GWJ didirikan oleh seniman dan politisi Sys NS (almarhum) pada akhir tahun 2017 lalu. Sepeninggal Sys, GWJ dipimpin oleh isteri almarhum, Shanty. Saat ini GWJ sudah memiliki 127 perwakilan di Indonesia dan luar negeri. Jumlah anggotanya sudah ribuan.

Meski pun secara terus terang mendukung Jokowi yang kini menjabat sebagai Presiden RI, GWJ tidak mendapatkan bantuan apapun baij dari pemeeintah maupun pribadi presiden.

“Semua biaya yang dikeluarkan merupakan sepwadaya anggota, pengjsi acara tidak dibayar. Makanan diberikan dari sponsor. Selalu begitu setiap kali kita mengadakan acara,” ungkap Bobby.

Karena tujuannya ingin memenangkan Jokowi, bagaimana ke depan andaikata Jokowi gagal terpilih untuk keduakalinya?

“Kita belum berpikir sejauh itu. Ada yang bilang jadi ormas atau apalah, kami belum berpikir sejauh itu. Yang kami lakukan adalah bagaimana memenangkan Pak Jokowi pada Pemilu 2019 mendatang,” tandas Bobby.

Lepas dari tujuan yang ingin dicapai, Bobby berharap GWJ jadi bola, bola kebaikan. Menggelorakan nilai-nilai kebaikan masyarakat. Agar masyarakat lebih toleran.

“Kamilah dari DPD Jaksel yang mempelopori berdirinya GWJ” kata Bobby mengakhiri bincang-bincang.

Share This: