Harga-harga di Malaysia Lebih Murah Dibandingkan Indonesia

_

Rakyat Malaysia boleh merasa beruntung dibandingkan rakyat Indonesia. Dengan penghasilan yang lebih tinggi, misalnya Upah Minimum Regional (UMR) di Malaysia dua kali lebih besar dibandingkan UMR Indonesia, harga-harga di Malaysia umumnya lebih rendah dibandingkan Indonesia.

Keunggulan Malaysia juga tercatat di sektor perekonomian. Negara itu memiliki pendapatan perkapita lebih dari USD 9.000 dibandingkan dengan Indonesia yang hanya meraih USD 3.424. Malaysia juga pernah menerima penghargaan sebagai negara dengan tingkat penduduk suka bekerja tertinggi dunia oleh sebuah lembaga survei.

Beban belanja keluarga Indonesia cukup berat. Dengan Upah Minimum Regional (UMR) setengah dari Malaysia, keluarga Indonesia harus bertahan hidup dengan harga sembako yang lebih tinggi dibanding warga Malaysia.

Harga kebutuhan pokok di Malaysia jauh lebih murah dibandingkan di Indonesia. Ironisnya, produk pertanian tersebut justru banyak berasal dari Indonesia. Pemerintah Malaysia sangat ketat mengontrol harga bahan bahan. Bahkan, harga penjualan bahan pokok di pasar ini sudah ditetapkan. Selain itu, harga harus dicantumkan di samping produk yang jual.

Lebih rendah harga di Malaysia merupakan dampak dari subsidi yang diberikan pemerintah Malaysia untuk beberapa komoditas penting. Bensin RON 95 Malaysia menjual diangka RM 2.05/liter atau kalau kita rupiahkan sekitar Rp. 6.390/liter. Padahal bensin dengan oktan 90 (Pertalite) ditanah air dijual Rp. 7,500/liter. Bensin oktan 97 di Malaysia dijual harga RM 2.31 kalau dirupiahkan hanya 7,200 rupiah/liter.

Di tanah air, Pertamax Turbo yang memiliki Ron satu tingkat lebih tinggi yakni 98 dijual 9,250 rupiah/liter. Minyak diesel di Malaysia berharga RM 1.94/liter (Rp. 6.000/liter). Diesel yang dijual dinegeri tetangga ini grade sudah seperti Pertamina Dex yang saat ini dijual berkisar antara Rp.7.900 / liter (Batam) dan Rp.17.000 rupiah/liter di Papua.

Harga gas di Malaysia juga lebih murah karena disubsidi. Harga gas di Indonesia merupakan yang termahal di Asia Tenggara. Harga gas di Vietnam sebesar 7 dollar AS per million metric british thermal unit (MMBTU), Malaysia dan Singapura hanya 4 dollar AS per MMBTU, sementara di Indonesia berada di kisaran 9 dollar AS sampai 10 dollar AS per MMBTU.

Berdasarkan data, sejak 1997 untuk mengontrol agar harga gas ke sektor energi, industri dan real estate tetap rendah, pemerintah Malaysia memberikan subsidi melalui Petronas sebesar 230,6 miliar ringgit

Malaysia atau 57,5 miliar dollar AS, atau setara Rp 776,25 triliun.
Subsidi yang diberikan pemerintah membuat harga-harga kebanyakan komoditas jadi lebih murah dibandingkan harga di Indonesia. Makanan di Malaysia, harga kamar hotel untuk low budget lebih murah dibandingkan Indonesia. Dan itu sangat berarti bagi masyarakat maupun wisatawan.

Harga kamar hotel low bujet di kawasan Central bisa diperoleh dengan harga 70 ringgit hingga 100 ringgit, dengan kualitas kamar dan fasilitaa yang sama dengan kamar hotel seharga Rp.300 ribu – Rp.400 ribu / malam di Indonesia. Jika dikonverai ke rupiah, hotel low bujet di Malaysia lebih murah Rp.50 ribu – Rp.100 ribu dibandingkan dengan harga hotel Indonesia.

Untuk harga makanan, juga tergolong murah. Di mal NU Central masih bisa diperoleh makanan dengan harga kurang dari 4 ringgit atau sekitar Rp.15 ribu dengan sepotong ayam besar atau ikan dan sayur. Nasi lemak dan roti canai di cafe yang terdapat di Jl. Thamipallay, juga Cuma berharga antara RM 2 – RM 4. Harga sepiring nasi dengan dua jenis sayur, plus satu ekor ikan mujair balado besar berharga RM 7 (Rp.21.000).

Makan di Malaysia tidak perlu takut “digetok” karena setiap rumah makan sudah mencatumkan daftar harga makanan yang dijualnya.
“Harga makanan di Indonesia lebih mahal. Daging ayamnya pun kecil-kecil. Tapi harga pakaian lebih murah dibading Malaysia,” kata Nur Admira Adlina, mahasiswi Univetsitas Malaka yang pernah datang ke Indonesia.

Rumah makan di Malaysia selalu mencantumkan harga. (Foto: HW)

Transportasi juga sangat mudah di Malaysia, khususnya di Kuala Lumpur dan sekitarnya. Ada berbagai jenis angkutan umum yang murah ke berbagai jurusan, termasuk taxi online. Jika ingin naik kendaraan gratis, ada GO-KL bus gratis yang memiliki rute ke beberapa jurusan. Meskipun gratis, bus ini aman dan nyaman.

Berbagai kemudahan dan harga yang murah pada gilirannya berdampak pada kunjungan wisatawan asing ke Malaysia mencapai 24 juta orang. Jumlah kunjungan wisatawan asing datang ke Indonesia hanya 9 juta orang. Pada tahun yang sama, Thailand bisa mencapai 29,5 juta kunjungan.

Share This: