Mantan Direktur Penegakan Hukum Dirjen Pajak Diperiksa KPK

_

Mantan Kepala Sub Direktorat Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak Handang Soekarno hari ini diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Handang diduga menerima suap dari Country Director PT EK Prima (EKP) Ekspor Indonesia, Ramapanicker Rajamohanan Nair, yang sudah menjadi tersangka.

“Ini pemeriksaan biasa. Klarifikasi terakhir yang berkaitan dengan Pak Rajamohanan. Jadi finalisasilah, mendekati sidang yang berkaitan dengan PT EKP ya,” kata Handang saat meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Handang merupakan tersangka dugaan suap sebesar Rp 1,9 miliar yang diberikan oleh Country Director PT EK Prima (EKP) Ekspor Indonesia, Ramapanicker Rajamohanan Nair.

Rajamohanan didakwa memberikan uang suap 148.500 Dollar Amerika Serikat atau setara Rp 1.998.810.000 kepada Handang Soekarno. Uang tersebut merupakan sebagian dari janji Rp 6 miliar dengan Handang untuk membereskan masalah pajak PT EKP.

Permasalahan pajak yang dihadapi PT EKP antara lain pengajuan pengembalian kelebihan bayar pajak (restitusi), Surat Tagihan Pajak Pajak Pertambahan Nilai, Penolakan Pengampunan Pajak (tax amnesty) dan Pemeriksaan Bukti Permulaan pada Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA Enam) Kalibata dan Kantor Kanwil Ditjen Pajak Jakarta.

 

Share This: