Hari Pertama “Hodgepodge Superfest 2018” Belum Dipenuhi Penonton

Grup musik Elephant Kind. (Foto; HW)
_

Kawasan Alianz Ecopark Ancol yang ditata sedemikian rupa dan penampilan beberapa grup musik yang memikat, ternyata belum menarik antusiasme masyarakat untuk datang. Pesta musik Hodgepodge Superfest hari pertama (1/9/2018) masih belum diserbu penonton. Empat panggung yang disediakan promotor di Alianz Ecopark Ancol belum dipenuhi penonton ketika grup-grup musik beraksi. Hodgepodge Superfest 2018 akan berlangsung hingga Minggu (2/9/2018). 

Empat panggung yang disediakan masing-masing sebuah panggung dalam gedung (indoor), sebuah panggung di belakang gedung, dan dua panggung utama di tempat terbuka yang dibangun dengan jarak tidak terlalu jauh.

Kawasan Alianz Ecopark sendiri ditata sedemikian rupa oleh panitia. Sejak pintu masuk hingga sepanjang koridor menuju panggung utama yang melewati jalan beraspal dipenuhi dengan ornamen-ornamen menarik. Ketika malam lampu-lampu hias yang indah mewarnai jalan, sangat instagramable sehingga banyak pengunjung yang menyempatkan diri untuk berfoto di beberapa spot menarik yang ada di sana.

Sebelum arena utama, dipenuhi stan pedagang maupun sponsor yang ditata apik. Penonton bisa menikmati makanan dan minuman yang dijual sambil duduk-duduk di kursi dan meja kayu di bawah tenda-tenda yang menyebar.

Berhadapan dengan dua panggung utama, dibuat melingkar terdapat stand sponsor dan penjual minuman. Penonton bisa duduk-duduk di kursi yang disediakan dan beberapa bangku malam yang nyaman. Di tengah-tengah lapangan dibangun panggung untuk mengatur tata lampu.

Beberapa grup musik mulai mempertunjukkan kemampuan mereka di depan penonton. Antara lain dua grup musik Indonesia, The Trees and The Wild dan Elephant Kind, grup musik asing yang tampil antara lain Lemaitre dari Norwegia dan penyanyi R & B asal New Orleans, Amerika, August Alsina.

Penampilan The Trees and The Wild sebagai band pembuka cukup menarik. Aliran musik yang diusungnya agak berbeda dengan grup musik Indonesia kebanyakan. Mendengar musik grup yang beranggotakan Andra Kurniawan (gitar elektrik, kibor), Charita Utami (vokal, kibor), Hertri Nur Pamungkas (drums, perkusi), Remedy Waloni (vokal, gitar, synthesizer) dan Tyo Prasetya (bas) ini seperti terbawa ke suasana yang jauh, happening.

Tak kalah asyik menikmati lagu-lagu yang dibawakan oleh grup musik Elephant Kind. Lagu-lagu, aransemen musik dan vokal Bram Mastro (vokal dan guitar), mengingatkan pada penampilan penyanyi-penyanyi kulit hitam.

Lagu-lagu yang dibawakan seperti “Be Somebody” “We All Lose (Holy Shit) “”Oh Well”, “Why Did You Have to Go”, “With Grace” “True Love” dan beberapa lagu lainnya benar-benar menghibur penonton, beberapa penonton bahkan ikut menyanyi.

Penampilan grup asal Norwegia, Lemaitre justru agak membosankan karena sentuhan techno yang diusungnya terasa kurang akrab bagi penonton. Untung ada August Alina, penyanyi berkulit hitam yang komunikatif dan membawakan lagu-lagu yang bisa membuat penonton bergoyang.

Penonton yang hadir di Alianz Ecopark Sabtu malam (1/9) tidak terlalu banyak. Hanya ratusan penonton yang menyaksikan pertunjukkan. Penampilan setiap grup yang terlalu lama juga membuat penonton sedikit jenuh, terutama untuk grup yang jenis musiknya masih belum akrab di telinga penonton. Begitu pula interval yang terlalu lama membuat penonton kurang fokus dengan pesta musik yang digelar.

Penyanyi asal Amerika, August Alsina (Foto: HW)

Minggu ini tantangan Hodgepodge Superfest 2018 akan semakin berat, karena bertepatan dengan acara penutupan Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno. Namun promotor Dewi Gontha yakin, hal itu tidak berpengaruh.

“Kami berharap penonton dari penutupan Asian Games 2018 akan datang Hodgepode. Kami berharap limpahan dari sana,” kata Dewi Gontha usai jumpa pers di Hotel Borobudur Jakarta, Jum’at (31/8).

 

Share This: