“Harmoni 8” Yang Mulai Beranjak Dewasa

_

Delapan orang anak muda – 6 gadis dan 2 jejaka – berpakaian serba putih menyanyi dengan kompak; mereka bergerak lincah dengan koreografi yang rapi dan sedap dipandang. Mereka menyanyikan beberapa lagu mulai dari lagu pop bernada sentimental, lagu barat R&B hingga lagu dangdut yang diaransemen modern. Soal suara dan kekompakan, tak perlu diragukan. Penampilan mereka sungguh asyik dinimati.

Itulah penampilan kelompok vokal remaja bernama Harmoni 8 di sebuah kafe di yang terletak di kawasan Situ Gintung, Ciputat, Minggu (17/2/2018) sore. Harmoni 8 adalah kelompok vokal yang terdiri dari 8 orang penyanyi. Semua anggota bukan asal comot, tetapi memiliki kualitas vocal yang baik, karena mereka adalah pemenang 10 besar Festival Lagu Anak Nusantara tahun 2012 yang diselenggarakan oleh Kemendikbud.

“Waktu itu jurinya bukan main-main, karena semuanya pemusik handal, antara lain Purwatjaraka, Tri Utami,  Dwiki Dharmawan dan Dian HP. Tahu kan kualitas mereka? Jadi seperti apa pemenangnya, kita juga bisa membayangkan,” kata pengamat musik Bens Leo tentang personil Harmoni 8.

“Awalnya grup ini ada sembilan orang. Tetapi yang satu ke luar, jadi tinggal delapan. Yang delapan ini bertahan sampai sekarang,” kata Yen Sinaringati, perempuan yang menjadi produser album musik Harmoni 8.

Yen Sinaringati (Foto; Dudut SP)

Semua anggota Harmoni 8 berasal dari sekolah dan tempat tinggal berbeda, di Jakarta maupun luar Jakarta. Dalam sebulan mereka minimal berkumpul dua kali di studio yang terletak di kawasan Bintaro, untuk berlatih bersama. Di tempat itulah kemampuan vokal dan kekompakan terus diasah, di bawah bimbingan pemusik Rudyanto.

Mereka bukan hanya berlatih vokal dan koreografi, tetapi terus mempersiapkan lagu-lagu baru yang akan dibuat album. Album pertama lahir beberapa tahun lalu ketika anggota kelompok vocal ini masih anak-anak.

Waktu itu lahir sebuah album yang diberinama Menggapai Waktu, berisi 9 lagu untuk anak-anak. Lagu-lagu itu pula yang dibawa ke sebuah konser di Jepang, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang agar masyarakat setempat mengerti.

Kini para personel Harmoni 8 sudah mulai beranjak dewasa. Paling tidak mereka telah memasuki masa puber, sehingga bentuk suara mereka pun berubah. Maka produser pun menyiapkan langkah lanjutan bagi grup ini. Dibuatlah sebuah single berjudul Kala Berpisah, karya Rudyanto dan sebagian liriknya dibuat oleh produser Yen Sinaringati.

Lagu Kala Berpisah adalah untuk memberitahukan kepada fans bahwa mereka sudah dewasa, suaranya pun berubah.

“Mereka kini bukan-anak-anak lagi, tapi belum dewasa. Memang susah untuk dibentuk, tetapi saya tidak mau melepaskan begitu saja. Kalau saya pisah dengan mereka beberapa tahun saja tunggu mereka remaja, nanti visi dan missinya akan berbeda. Padahal kalau visi dan missi dibangun sejak kecil kan akan sergam. Jadi saya bikinkan lagu yang ceritanya remaja-remaja tanggung,” ujar Yen Sinaringati.

Bertahan

Jika dihitung sejak kelompok vocal ini dibentuk, tahun 2012, para personilnya sudah bergabung selama 6 tahun. Tentu bukan perkara gampang untuk tetap bersama, menjaga kekompakan, berlatih dan berkarya. Karena mereka juga punya satu kewajiban yang tidak bisa diabaikan, yakni pendidikan.

Namun para personil Harmoni 8 merasa nyaman dalam kebersamaan, meski pun itu butuh perjuangan yang tidak ringan. Bayangkan, mereka harus membagi waktu antara sekolah, kegiatan ekstrakurikuler dan harus datang ke basecamp di Bintaro untuk berlatih bersama.

“Kalau berlatih pun mereka tidak boleh main-main. Kita genjot habis-habisan supaya mereka bisa tampil prima, baik dalam vokal maupun koreografi,” ungkap Yen.

Kewajiban untuk berlatih serius dan sikap disiplin itu ternyata tidak mengendorkan semangat para personilnya. “Karena kita enjoy banget di sini. Di Harmoni 8 itu kita sudah seperti keluarga. Harmoni 8 sudah seperti rumah sendiri,” kata Jessica Ritanya Putri atau bisa dipanggil Chica, salah seorang personil Harmoni 8.

Chica adalah Juara III dalam Festival Lagu Nusantara tahun 2012. Waktu itu ia berumur 8 tahun ketika bergabung dengan Harmoni 8. Chica bertahan hingga saat ini karena ia merasa mendapat pengalaman berharga selama bergabung dengan Harmoni 8.

“Dulu aku kepingin banget bisa tampil di Java Jazz. Ternyata kita bisa tampil bersama Harmoni 8. Kita juga pernah menyanyi bersama di atas pesawat yang on board. Pokoknya banyaklah pengalaman menarik,” kata Chica yang pernah mengikuti ajang menyanyi di stasiun televisi.

Chica dan beberapa temannya berharap grup yang dihuninya saat ini terus bertahan dan menyesuaikan diri dengan usia mereka maupun tren musik di Indonesia, maupun dunia.

Share This: