Hetty Koes Endang Bangga Kenakan Songket

_

Di era 70-an hingga awal tahun 90-an tidak ada orang yang tidak kenal Hetty Koes Endang sebagai penyanyi di Indonesia. Artis kelahiran Jakarta, 6 Agustus 1957 ini adalah salah satu artis penyanyi terbaik yang dimiliki Indonesia. Suara emasnya telah menghasilkan ratusan album, baik album musik Pop berbahasa Indonesia, album berbahasa Sunda – sesuai etnis leluhurnya – serta jenis musik keroncong.

Penyanyi yang mulai terkenal namanya sejak menjadi Juara 1 Festival Penyanyi Se-Jawa Barat tahun 197219731974 – 1975, dan Peringkat ke-5 Festival Penyanyi Tingkat Nasional 1975 ini, makin moncer namanya setelah menjadi Juara 1 Festival Penyanyi Tingkat Nasional tahun 1977. Tidak heran jika karena prestasinya itu ia dikirim ke 1977 – Mewakili Indonesia ke World Pop Song Festival Tokyo, meraih “Most Outstanding Performance” bersama Aji Bandi, pencipta lagu “Damai Tapi Gersang”.

Bagi seorang penyanyi, selain harus memiliki kualitas suara yang prima, penjiwaan terhadap lagu dan penampilan di atas pentas juga penting. Oleh karena itu seorang penyanyi juga harus selektif memilih kostum yang akan dikenakannya di atas panggung. Sebab kostum yang pas juga memberi nilai tambah bagi penampilan sang artis. Tetapi bila salah kostum, akan mengurangi nilai penampilannya, meskipun memiliki kualitas suara sempurna.

Hetty Koes Endang menyadari hal itu. Maka dalam kemunculannya belakangan ini di panggung musik D’Academy Indosiar dan acara musik lainnya di televisi tersebut, penyanyi yang kini dipanggil Bunda itu cukup selektif memilih kostum. Padahal memilih kostum, menurutnya, bukan perkara mudah. Di tengah kerepotannya memilih kostum untuk panggung, ia akhirnya bertemu dengan DR. Anna Mariana, SH, MBA, pemilik galeri Marsya House yang juga menjadi disainer kain tenun tradisional seperti tenun Bali dan songket dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah ternyata selama ini menjadi juri di DA Asia, hampir 90 persen Bunda bangga mengenakan baju tenun songket Nusantara dari Bu Anna yang mensupport DA Asia kemarin. Hampir seluruhnya kita memakai busana rancangan Bu Anna. Hari ini juga lihat betapa cantiknya busana yang berwarna hitam dan putih. Bagus kan?” papar Hetty yang ditemui usai mengisi acara Golden Memories, Special Siti Nurhaliza, di Studio 5 Indosiar Jakarta, 12 Januari 2017 lalu.

Hetty sendiri mengaku memiliki koleksi kain-kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlahnya sangat banyak. Perkenalannya dengan Anna Mariana membuat wawasannya terhadap kain tradisional semakin terbuka, dan menambah kecintaan terhadap karya anak bangsa itu. Sesuai kemampuannya Hetty berjanji akan mempopulerkan pemakaian kain tenun tradisional dan songket, terutama untuk generasi muda.

“Kalau bukan kita yang cinta siapa lagi. Terus terang saya sangat suka dengan kain-kain tradisional koleksi Bu Anna. Warnanya bikin saya betul-betul jatuh cinta dengan kain tenun tradisional. Full color. Dan itu Bunda banget,” kata Hetty yang malam itu mengenakan Songket dari Bali.

Dr. Anna Mariana  yang sudah lama mengenal Hetty Koes Endang, mengaku sudah begitu memahami karakter artis bernama asli Hetty Koes Madewy itu. Menurut Anna Mariana, Hetty adalan tipe artis yang apa adanya, nrimo dalam terminology Jawa. Karena itu tidak sulit baginya untuk bersinergi dengan artis yang lama menetap di Malaysia itu.

“Dalam hal bersinergi dalam hal disain dia bisa menerima, kurang dan lebihnya. Kalau kita upload di instagram komentar orang juga luar biasa. Mereka tidak percaya kalau itu Bunda. Karena tampil beda selalu memakai tenun dan songket. Kebetulan Bunda memang sudah teruji.” kata Anna Mariana.

Untuk kostum terbaru yang dikenakan Hetty Koes Endang pada acara Golden Memories Special Siti Nurhaliza di Indosiar, Anna Mariana memerlukan waktu satu minggu untuk mengerjakannya. Ia memakai bahan kain songket Bali berwana perak, dengan bordiran di bagian atasnya.

Karena kecintaannya kepada kain tenun tradisional, artis yang menikah dengan Dr. Erwin Yusuf Faisal dan telah memiliki empat anak itu berjanji akan menularkan pemakaian kain tradisional kepada anak-anaknya, juga juri-juri di D’Academy Indosiar. Selain itu bila melakukan show ke negara-negara jiran seperti Malaysia, Singapura atau Brunei Darussalam, ia juga akan memakain kain tenun tradisional, terutama rancangan Dr. Anna Mariana. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share This: