Hotel Terbesar Resmi Beroperasi, Palangkaraya Jadi Destinasi MICE Unggulan Kalteng

Foto: Puskomlik Kemenpar
_

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meresmikan hotel terbesar di Kalimantan M Bahalap Hotel Palangkaraya yang diharapkan menjadi faktor pendukung bagi Palangkaraya untuk menjadi destinasi MICE unggulan di Kalteng.

Peresmian grand opening hotel yang berlokasi di Jalan RTA Milono Km 1.3, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) itu dilaksanakan, Selasa malam (1/10/2019). Foto

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menpar Arief Yahya disaksikan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, Dirut PT Harapan Agung Bersama (pengelola) Agus Ramli, GM Hotel M Bahalap Harry Saptadi, serta Ketua Dewan Adat Dayak Provinsi Kalteng H. Agustiar Sabran.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi kehadiran M Bahalap Hotel Palangkaraya sebagai bagian unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) utama dalam mendukung kemajuan kepariwisataan Kalteng. “Kalteng layak menjadi destinasi pariwisata utama kelas dunia karena memiliki Taman Nasional Tanjung Puting sebagai pusat konservasi orangutan terbesar dan telah mendunia. Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke sana tahun ini diproyeksikan mencapai 100.000 wisman,” kata Menpar Arief Yahya.

GM Hotel M Bahalap Harry Saptadi melaporkan, M Bahalap Hotel Palangkaraya dibangun oleh investor lokal selama 5 tahun dan baru melakukan soft opening sekitar Mei 2019 kemudian dilanjutkan grand opening dan peresmian oleh Menpar Arief Yahya.

Dengan fasilitas 227 kamar dan ballroom berkapasitas 3.500 orang menjadikan M Bahalap Hotel sebagai hotel terbesar di Kalimantan. Maka ke depan diharapkan mampu mendorong kemajuan industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) di Kalteng.

“M Bahalap Hotel Palangkaraya mempunyai Seruyan Grand Ballroom dan 10 meeting room masing-masing berkapasitas 50-350 orang sangat ideal untuk kegiatan MICE. Kami berharap Palangkaraya ke depan menjadi salah satu destinasi MICE utama di Kalimantan,” kata Harry Saptadi.

Harry Saptadi menjelaskan, posisi hotel berada di lokasi yang sangat strategis yakni hanya 10 menit dari Bandara Tjilik Riwut dan 10 menit ke Pusat Kota Palangkaraya, serta obyek wisata Susur Sungai Kahayan yang membelah Kota Palangkaraya dan menjadi ikon pariwisata Kalteng.

Hotel yang mengedepankan ornamen seni khas Dayak tersebut memiliki berbagai tipe kamar meliputi deluxe dan suit room serta sejumlah fasilitas penunjang seperti; Seruyan Grand Ballroom (kapasitas hingga 3.500 orang), 10 meeting room, Kuala Resto, Segintung Sky Lounge, gym and spa, kolam renang, dan areal parkir dengan kapasitas 350 kendaraan.

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Fahrizal Fitri memberikan apresiasi kepada pihak pengelola hotel yang menonjolkan seni budaya Dayak sebagai ciri khas hotel.

Ia berharap dengan adanya fasilitas akomodasi yang memadai ke depan akan banyak kegiatan konvensi, pertemuan, maupun pameran tingkat nasional dapat diselenggarakan di Palangkaraya. “Palangkaraya layak menjadi destinasi MICE unggulan,” kata Fahrizal Fitri.

 

Share This: