Inasgoc Anak Tirikan Vendor Dalam Negeri Untuk Asian Games 2018

Komunitas Seni Merah Putih usai menggelar jumpa pers di Jakarta, Jum'at (25/5/2018) - Foto: Dudut Suhendra Putra.
_

 

Tidak lama lagi, kurang dari 90 hari ke depan Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaran pesta olahraga terbesar se-Asia. Pemerintah telah merampungkan semua venue hingga siap 100% jelang hari H nya nanti. Spanduk, umbul-umbul, banner dan semua atribut Asian Games 2018 telah menghiasi seluruh penjuru ibu kota Jakarta dan juga Palembang, dua kota tempat Asian Games XVIII digelar.

Stadion Utama Gelora Bung Karno pun tampak semakin megah, setelah direhab hingga menjadi stadion kebanggaan Bangsa Indonesia di mata dunia.

Namun disayangkan, penyelenggaraan pesta olah raga yang akan melibatkan ribuan atlet dan official dari 42 negara Asia, kali ini diwarnai sejumlah kejanggalan dan kontroversial. Salah satunya, ditunjukknya Five Current dari Amerika Serikat sebagai Mind Organizer untuk menangani Opening (pembukaan) dan Closing (Penutupan) tanpa melalui proses (tender) terbuka.

Bahkan, Five Current yang sudah permanen membuka kantornya di area GBK, hanya melibatkan kroninya di luar negeri, dimana salah satunya menyertakan Norwest (norwestproduction.com) dan tidak satupun melibatkan vendor lokal.

Penunjukkan event organizer dari Amerika itu ternyata berdampak pada pembagian kue juga. Banyak pekerjaan yang pada akhirnya jatuh ke vendor-vendor asing. Banyak penyedia barang dan jasa yang harus gigit jari. Event yang seharusnya memberi nilai tambah bagi perekonomian dalam negeri itu justru menjadi susu dan madu bagi vendor asing. Tak heran jika beberapa vendor dalam negeri yang sudah siap-siap memberikan kontribusinya bagi perhelatan olahraga akbar itu, harus gigit jari.

“Dengan ditunjuknya Five Current secara langsung telah menutup peluang vendor lokal untuk menunjukkan karya terbaiknya dikancah global, padahal SDM vendor dalam negeri secara faktual tidak kalah dibanding produk Amerika, yang belum tentu lebih baik”, kata salah satu anggota Komunitas Seni Merah Putih, dalam jumpa pers di Jakarta, Jum’at (25/5/2018).

Jumpa pers yang dipandu oleh Ketua Komunitas Merah Seni Merah Putih Bens Leo itu juga dihadiri oleh beberapa anggota komunitas lainnya, antara lain koreografer Ati Ganda.

“Kami merupakan gabungan pekerja seni profesional dari berbagai bidang yang sudah mempunyai pengalaman membuat berbagai event besar baik itu di dalammaupun di luar negeri”, ucap Kreator, Ati Ganda.

Selain kedua nama tersebut, nama-nama seperti Guruh Sukarno Putra, Helmy Yahya, Ati Ganda, Purwacaraka, Jay Subyakto, Denny Malik, Eko Supriyanto, Ndol Geafary adalah pekerja seni kreatif Indonesia yang sudah puluhan tahun sukses dalam gelaran event sejenis, baik di dalam maupun di luar negeri. Mereka bekerjasama drengan vendor local Indonesia untuk menangani event besar seperti Ultah RI di di Stadion Utama, Sea Games 2011 di Palembang, Asian Beach Games, Islamic Games, University Games .

Data yang paling valid tentang profesionalitas vendor Indonesia dalam menangani pertunjukan musik kelas dunia adalah, Mata Elang milik Hendra Lie yang menyiapkan penuh kebutuhan konser Metallica di Stadion Utama, Jakarta, tahun 2013. Mata Elang juga ikut memasok peralatan panggung konser Rolling Stones di Macau, 2014.

Sedang DSS Production milik Donny Hardono yang menjadi langganan mempersiapan peralatan musik Java Jazz, konser Stevie Wonder, David Foster dan yang terbaru, DSS menyiapkan seluruh property panggung kelompok band Europe untuk pentas di Boyolali, 12 Mei 2018.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra telah meminta Inasgoc lebih memberdayakan vendor lokal.

“Jangan sampai Asian Games ini membuat masyarakat dan pelaku ekonomi kita terpinggirkan, karena di sini ada nasionalisme dan harga diri bangsa yang dipertaruhkan. Inasgoc harus lebih memprioritaskan vendor lokal kita,” kata Sutan di sela-sela Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Penunjukan langsung

Ketua Indonesian Asian Games Organizing Committee ( INASGOC ) Erick Tohir dikabarkan telah menunjuk langsung Five Current sebagai ‘pelaksana lapangan’.  Ternyata INASGOC sempat jadi ajang bancakan orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Menurut informasi dari salah satu petinggi INASGOC yang menolak disebutkan namanya, ada pihak – pihak tertentu yang sengaja bermain dengan ditunjuknya Five Currents dari Amerika Serikat sebagai Mind Organizer pembukaan dan penutupan Asian Games 2018 ini.

Tertangkapnya beberapa orang penting di INASGOG pada saat pra event, terkait dugaan korupsi, hingga mundurnya Direktur Pelaksana. Direktur Pelaksana pengganti, belakangan kabarnya juga dipecat, setelah terbukti memeiliki saham di salah satu vendor tersebut.

Lebih pengalaman

Direktur Penbukaan dan Penutupan Asian Games 2018 Herty Purba, sebagaimana dikutip Harian Kompas menjelaskan, INASGOC memang sengaja mencari vendor yang berpengalaman dalam pembukaan dan penutupan olimpiade.  Selama lelang tahun 2017 lalu ada tiga vendor yang ikut, semuanya perusahaan asing.

“Five Current dipilih karena pertimbangan pengalaman, peralatan dan harga yang lebih terjangkau,” kata Herty kepada harian tersebut.

 

 

Share This: