Indro Warkop Berkolaborasi Dengan OM PMR Gaungkan Lagi Lagu-lagu Legendaris

Indro Warkop dan Glenn Fredly (tengah) bersama OM PMR dalam peluncuran album "Silaturasa" (Foto: HW)
_

Orkes Moral Pengantar Minum Racun atau OM PMR, dan Kelompok Warung Kopi DKI adalah dua kelompok seni yang terkenal pada tahun 80-an. Jika Warkop DKI dengan lawakannya, Orkes PMR dengan lagu-lagunya yang cerita tetapi memiliki lirik yang segar.

Dalam perjalanannya Warkop ternyata lebih sukses, dan sempat membintangi film-film komedi yang memakai nama grup beranggotakan Kasino, Dono dan Indro ini.

OM PMR juga pernah sukses dengan lagu “Judul-judulan”. Vokalisnya, Jhonny Iskandar sangat dikenal oleh masyarakat karena penampilan khasnya yang selalu nyentrik dengan kaca mata berantainya.

Waktu berlalu, Trio Wakop DKI hanya menyisakan Indro setelah Kasino dan Dono meninggal dunia, dan OM PMR juga ditinggalkan oleh vokalisnya, Jhonny Iskandar.

MenJelang akhlr tahun ini, Indro Warkop memiliki ide ingin melestankan karya legendaris darl muslk komedi Indonesla dengan kembali berkarya bersama dengan OM PMR.

Kolaborasl inl sebenarnya sudah lama tercetus di benak Indro Warkop, namun pada waktu itu kondlsi tldak memungklnkan unluk meneruskan project mi. lndro leblh banyak konsentrasi untuk kesembuhan isterinya.

Namun takdir berkata lain. Sang isteri pergi menghadap Sang Khalik. Di tengah kesepian itulah Dono ingin mengisi hari-harinya dengan kegiatan bernyanyi ramai-ramai.

Selasa (18/12/2018) Indro menyanyi bersama OM PMR meluncurkan album berlabel “Silaturasa” di Toko Musik Bagus milik penyanyi Glenn Fredly yang terletak di Cilandak Town Squsre (Citos) Jakarta Selatan.

“Mereka ini kan punya musik yang bagus. Suaranya enggak usah bagus, tapi lagu-lagunya menghibur. Kritik sedikit bolehlah,” kata Indro.

Dalam majalah Rolling Stone Indonesia disebutkan, OM PMR ditemukan bakatnya oleh penyiar Prambors, Wre Munindra atas suruhan pelawak Kasino. Kasino pula yang kemudian menamai grup ini dan memberikan nama berbau India ke setiap personelnya.

Dengan gaya yang nyeleneh, mereka membawakan lagu-lagu yang berlirik humor seperti Judul-judulan, Bintangku Bintangmu, dan lain-lain. Aspek komedi ini pula yang membuat mereka mempelesetkan singkatan OM dari Orkes Melayu menjadi Orkes Madun atau juga Orkes Moral. Mereka juga merupakan salah satu pelopor genre ini di samping OM Pancaran Sinar Petromaks (PSP). Jejak mereka juga banyak diikuti oleh band-band zaman sekarang ini seperti Pemuda Harapan Bangsa (PHB), Kornchonk Chaos, Nunung CS, dll.

Setelah lama vakum, tahun 2014 OM PMR kembali meramaikan panggung musik Indonesia dengan mini album bertajuk “Orkeslah Kalau Bergitar” yang berisi sejumlah lagu parodi gubahan dari band-band anak muda yang sebagian di antaranya musisi indie, di antaranya milik lagu Naif (band), Efek Rumah Kaca, dan band rock Seringai. Selain itu, mereka juga meluncurkan single baru yang bukan gubahan dari lagu yang sudah ada, berjudul “Time is Money”.

Pada 2017, PMR meluncurkan lagi single baru bertajuk “Too Long To Be Alone” yang merupakan parodi dari lagu milik penyanyi Kunto Aji Wibisono berjudul “Terlalu Lama Sendiri”. Dalam video klip lagu yang diproduksi Sedap Films ini, Kunto Aji memerankan sosok Jhonny Iskandar muda. Disutradarai oleh Kiki Febriyanti, ide cerita video musik ini berasal dari keseharian jomblo yang galau. Seperti liriknya yang jenaka, video klip pun dikemas kocak.

Selain fokus menelurkan karya-karya baru, PMR juga terlibat dalam sebuah serial web (webseries) yang ditayangkan di Youtube “OM PMR Belum Ada Judul” yang merupakan kolaborasi PMR dengan Sedap Films, disutradarai oleh Chairun Nissa dan diproduseri oleh Wini Angraeni. Serial web ini mengisahkan tentang proses kembalinya OM PMR dan kekonyolan keseharian personel-personelnya.

Sebagian lagu-lagu itu, terutama yang sempat digemari masyarakat tahun 80-an seperti “Ngobrol di Warung Kopi”, “My Bonnie Lies Over The Ocean”, “Burung Kakak Tua”, “I Don’t Wanna to Talk About It” direkam lagi dan dipasarkan dalam album berlabel “Silaturasa”.

 

Share This: