Indro Warkop Disebut Dalam Kasus Pelanggaran Hak Cipta Foto Milik Wartawan

_

Komedian senior Indro Warkop disebut-sebut menjadi salah satu pihak dalam pelanggaran hak cipta foto karya wartawan senior Amazon Dalimunthe.

Bersama pengacaranya, Fitra Romadoni Nasution S.H dan Rahmat Lubis, S.H, Jum’at (18/10/2019) Amazone sudah membuat laporan resmi ke SKPT Polda Metro Jaya, terkait pelanggaran hak cipta tersebut.

Dalam laporan bernomor TBL/6715/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus, Falcon Pictures menjadi terlapor. Dua saksi dalam perkara tersebut adalah Tigor Lubis dan Wina Armada, S.H. Laporan dibuat karena PT Falcon yang diduga melakukan pelanggaran hak cipta, tidak menanggapi somasi yang telah dikirimkan kuasa hukum pelapor.

Sebelumnya diberitakan, PT Falcon telah menggunakan foto karya Amazon di dalam filmnya, tanpa ijin.

Foto yang memperlihatkan tiga personil warkop dengan jas merah dan dasi kupu-kupu itu, menurut Amazon, muncul dua kali di film “Warkop DKI Reborn”. Sementara dia tidak pernah memberikan foto itu kepada PT Falcon.

Foto itu diambil ketika Warkop menjadi pengisi acara “Manhattan Transfer”, di Hotel Arya Duta Jakarta, sekitar tahun 1984. Salah satu foto yang dicetak diberikan kepada Indro yang ingin memasukannya dalam dokumentasi Warkop. Selebihnya Amazon tidak pernah memberikan kepada siapapun.

Foto Warkop DKI yang dipersoalkan. (Foto: Ist)

“Yang jelas Falcon telah mengambil keuntungan dari karya orang lain, tanpa seijin pemilik karya. Dan kami telah melaporlan telah terjadi pelanggaran UU Hak Cipta Pasal 112, 117 dan juncto pasal 55 KUHP dengan ancaman denda 300 dan ancaman kurungan 2 tahun,” kata Rahman Lubis.

Menurut Fitra Romadoni, tidak hanya PT. Falcon yang akan diseret, tetapi juga pihak-pihak yang mengambil keuntungan di dalamnya.

“Termasuk juga Indro dan pemain yang lain. Kita lihat aja nanti. Kita lihat aja nanti, dan kita serahkan kepada penyidik untuk menanganinya,” kata Fitra Nasution.

Dengan dilaporkannya PT Falcon ke polisi, menurut Fitra, jalan musyawarah sudah tertutup, tinggal menunggu hukum berjalan.

“Bagaimana kita mau musyawarah, niat baik Bang Amazon aja mereka sepelekan. Udah kita tunggu ajalah prosesnya berjalan,” kata Fitra.

Share This: