Inez Ayuningtyas, Bisnis Busana Muslim Demi Uang Jajan

Inez Ayuningtyas. (Foto: HW)
_

Bagi pecinta film pendek bergenre pop religi Islami di akun youtube pasti kenal dengan aktris pendatang baru Inez Ayu. Muslimah berpakaian syari ini dikenal dengan panggilan “Ukhty Sally”, lewat film pendeknya yang  booming  di youtube tahun 2015, yang berjudul Assalamualaikum Sally garapan Film Maker Muslim. Ya, talent muslimah ini turut membintangi berbagai film pendek bernuansa Islami yang alur ceritanya lekat dengan pengalaman hidup remaja muslim.

Inez bersama pemain dan kru film “Mengejar Halal” (Foto: HW)

Gadis manis kelahiran Bekasi, 3 Desember 1994 ini mengawali karir di dunia akting pada tahun 2015. Saat itu ia mengaku tidak pernah punya pengalaman di dunia akting maupun teater. Ia memang menyukai seni peran teater, namun kesempatan untuk tampil belum pernah ada. Sampai di tahun 2015 silam mimpinya menjadi kenyataan.

“Waktu itu aku ikut ketika Muslim Filmmaker membuka casting untuk pembuatan film pendek, ternyata aku terpilih. Di situlah aku belajar mendalami akting, dan bagaimana bekerjasama dengan pemain lain maupun kru dalam satu produksi. Banyak banget yang aku dapat,” tutur Inez ketika ditemui usai pemutaran film “Mengejar Halal” di Studio XXI Planet Hollywood Jakarta, baru-baru ini.

Wanita yang hobi nonton film ini mengaku terjun ke dunia akting berawal saat ia mendaftar casting sebagai talent untuk film pendek Film Maker Muslim berjudul Assalamualaikum Sally yang bekerja sama dengan brand hijab Sally Heart.

“Aku ngak nyangka bisa terpilih menjadi karakter Sally, karena gaya berbusana ku saat itu belum syari, sedangkan karakter Sally adalah seorang muslimah yang berbusana syari. Padahal peserta casting yang lain banyak yang berpakaian syari, tapi malah aku yang terpilih,” cerita Inez.

Setelah sukses membintangi tiga film pendek di youtube, yakni Assalamualaikum Sally, Ketika Hati Harus Memilih, dan Ramadhan Cantik. Wanita yang dijuluki dengan wajah comical oleh kru Film Maker Muslim ini Inez diberi peran untuk penting dalam film layar lebar awal produksi Filmmaker Muslim yang berjudul “Mengejar Halal”. Ia berperan sebagai Haura, wanita yang terobsesi untuk menikah, karena tertinggal teman-temannya yang lebih dulu menikah.

“Di film ini saya berperan sebagai Haura yang karakternya sebelumnya yang lembut. Menjadi Haura adalah tantangan besar karena dituntut untuk memerankan berbagai emosi, mulai dari luapan emosi bahagia, galau, marah, stres, frustasi, bahagia lagi, galau lagi. Ritme emosinya harus benar-benar dijaga,” paparnya.

Memerankan tokoh Haura merupakan tantangan tersendiri buat Inez. Dia yang selama ini berkarakter lembut, harus memerankan tokoh yang emosional, pemarah dan mau menang sendiri. Tetapi karakter ini sekaligus menjadi cermin bagi Inez untuk melihat dan memahami karakter orang lain.

Menjadi Haura dalam film Mengejar Halal yang disutradarai oleh M. Amrul Ummami, Inez merasa sangat tertantang. “Karakter saya berubah total. Awalnya sempat cemas juga, tapi ini ‘kan film, justru tantangannya itu di sini. Penonton pasti sudah sangat cerdas untuk memilah antara akting dan kenyataam,” kilah Inez.

“Film ini juga menjadi pemacu diriku sendiri untuk terus belajar istiqomah dan diharapkan dapat menginsprasi banyak orang terutama remaja muslim, karena pesan yang terkandungnya sangat ngena banget untuk dijadikan muhasabah diri,” kata Inez.

Saat ini, menurutnya banyak remaja muslim yang masih sendiri, sering dilanda kegalauan akan mencari jodoh dan menikah muda, namun di film ini penonton dapat mengambil hikmah dari kisah perjalanan Haura dalam “Mengejar Halal”. Memantaskan diri adalah langkah terbaik yang dapat dijalankan sebelum memutuskan menikah. Banyak hal positif yang dapat dilakukan, seperti menggali potensi diri dan memperdalam ilmu agama.

“Mengejar Halal” merupakan debut muslimah cantik kelahiran Bekasi, 3 Desember 1994 ini. Ia belum berpikir apakah ke depannya akan menerima tawaran main film lain atau tidak. Ketika diwawancarai Inez mengaku ini konsentrasi dulu para promosi filmnya. “Mudah-mudahan film ini dapat satu juta penonton,” katanya.

Sayang harapan Inez tidak terkabul. Ketika hasil wawancara ini diturunkan, film “Mengejar Halal” pun sudah menguap dari bioskop, dengan hasil penonton yang sangat menyedihkan. Film yang dikemas dengan segar dan bermuatan pesan menarik itu kurang berhasil karena selain promosinya yang minim, jatah layar di jaringan bioskop pun sangat minim.

Di luar film, alumnus Ilmu Komunikasi dari Universitas Bina Nusantara ini mulai belajar menekuni bisnis, yakni dengan membuat busana muslim dan memasarkannya sendiri. Kemudahan untuk mempromosikan dan memasarkan barang melalui internet, menurutnya, membuat Inez yang kini masih tinggal bersama orangtuanya di Bandung tertantang untuk maju.

“Alhamdulillah mulai berkembang. Banyak yang suka dengan busana produksi aku,” kata Inez yang mengaku tidak pernah belajar mendisain pakaian.

Ia tidak khawatir busana produksinya akan terlibas oleh produksi dari nama-nama besar yang sudah melegenda, seperti karya Dian Pelangi dan banyak lain disainer busana muslim yang telah berkibar. “Aku berusaha mendisain sendiri untuk kalangan anak-anak muda seusiaku. Ternyata sambutannya cukup baik.

Jadi aku pede ajalah,” katanya sambil tertawa.

Inez tidak yakin apakah kariernya di dunia film ke depan akan lebih baik dari sekarang. Tetapi apapun proses yang akan dihadapinya di depan, ia tak pernah ragu untuk menjelani. Tetapi ketika ditanya apakah jika kariernya cemerlang di dunia akting dia tidak akan menggeluti busana muslim lagi? “Ah itu kan untuk uang jajanjku,” sergahnya sambil tertawa. (ed)

 

Share This: